Faktor Ekonomi dan Mentalitas Jadi Pemicu Utama Praktik Pungli

  • 08 Mei 2026 19:06 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Meskipun berbagai upaya pemberantasan telah dilakukan, pungutan liar (pungli) tetap sulit dihilangkan. Ustaz Alfiannor mengungkapkan, setidaknya ada dua faktor utama yang menyebabkan seseorang menjadi pelaku praktik pungli, yaitu faktor ekonomi dan faktor perilaku atau mentalitas.

Faktor ekonomi seringkali dijadikan alasan klasik bagi para pelaku. Rasa kurang puas terhadap pendapatan dan gaya hidup yang melebihi kemampuan membuat oknum mencari penghasilan tambahan dengan cara yang tidak sah. Namun, Ustaz Alfiannor menekankan, gaji tinggi sekalipun tidak menjamin seseorang terhindar dari perilaku ini.

"Setidaknya ada dua faktor yang menyebabkan orang menjadi tukang pungli: yakni faktor ekonomi dan perilaku," ujarnya dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Jumat 7 Mei 2026. Ia menyayangkan banyaknya orang yang beragama namun tetap tergiur untuk memakan harta yang haram melalui pungli.

Selain itu, faktor perilaku atau mentalitas "mau cepat" dan "tidak mau ribet" dari sisi masyarakat juga turut menyuburkan pungli. Banyak warga yang memilih memberikan uang tambahan agar urusannya segera selesai tanpa harus mengikuti prosedur yang ada. Kebiasaan inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh oknum.

Ia menjelaskan, pemerintah sendiri merasa kewalahan menghadapi praktik yang sudah mendarah daging ini. Diperlukan kesadaran kolektif dari pemberi dan penerima untuk memutus rantai pungli. Mentalitas yang mengedepankan integritas harus lebih diutamakan daripada keinginan sesaat.

Ustaz Alfiannor menyarankan agar setiap individu lebih banyak meminta kecukupan kepada Allah Swt daripada harus meminta-minta kepada sesama manusia dengan cara memaksa. Iman yang kuat dianggap sebagai benteng utama dalam menghadapi godaan materi yang bersumber dari jalan yang batil.

"Kenapa orang minta-minta? Karena faktor ekonomi, ingin banyak, ingin kurang terus. Padahal gaji sudah tinggi, tapi masih minta," ucapnya. Tanpa perbaikan mental dan rasa syukur, pungli akan terus menjadi tantangan besar bagi integritas bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....