Hardiknas, Dua Pendongeng Samarinda Ajak Anak Indonesia, Belajar lewat Hobi

  • 06 Mei 2026 19:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), dua pendongeng muda asal Samarinda, Airin dan Kimberly, membagikan perspektif baru mengenai esensi belajar bagi generasi muda. Dalam dialog interaktif Dunia Anak di RRI Pro 4 Samarinda pada Minggu, 3 Mei 2026, kakak beradik ini menekankan bahwa belajar tidak lagi terbatas pada teks di buku sekolah, melainkan proses menyenangkan yang bisa ditemukan melalui hobi dan lingkungan sehari-hari.

Airin, siswi SMP yang juga pemenang lomba dongeng, mengungkapkan bahwa tantangan pendidikan masa kini adalah menyelaraskan tanggung jawab akademik dengan pengembangan minat bakat. Menurutnya, transisi pendidikan akan terasa ringan jika dijalani dengan perasaan senang dan niat belajar yang luas tanpa merasa terbebani oleh tumpukan tugas sekolah.

"Belajar itu tidak hanya membaca buku atau mencatat, tapi kita juga bisa lewat menyalurkan bakat di bidang non-akademik. Di hobi itu kita juga bisa mencari informasi, seperti misalnya kita mengulik lagu atau bermain musik," ujar Airin.

Senada dengan kakaknya, Kimberly atau Kimmy, menambahkan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan. Kimmy yang bercita-cita menjadi dokter anak ini memandang setiap mata pelajaran sekolah, termasuk matematika, sebagai sebuah teka-teki seru yang melatih ketajaman berpikir sejak dini.

"Pendidikan itu adalah tiket untuk masa depan yang cerah. Jadi kita harus belajar dengan sungguh-sungguh, tidak boleh malas-malasan, dan harus tekun. Kita juga bisa mengembangkan hobi kita menjadi bakat," kata Kimi dengan penuh semangat.

Selaku pemandu acara, Kak Dartik turut menekankan bahwa bakat alami seperti kemampuan berbicara atau public speaking seringkali berawal dari hobi yang ditekuni dengan serius. Beliau mengingatkan bahwa keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh gelar akademik semata, tetapi juga oleh kemauan untuk terus mengasah potensi diri yang unik.

"Orang sukses itu tidak harus mempunyai gelar yang profesor, tapi orang sukses juga bisa jadi orang yang punya bakat yang luar biasa. Belajarlah dari sekitar kalian, karena ke mana pun kalian pergi, di situ kalian bisa belajar untuk mendapatkan jati diri," ujar Kak Dartik memberikan motivasi.

Terkait penggunaan teknologi, para narasumber sepakat bahwa media sosial harus digunakan secara bijak sebagai alat pendukung pembelajaran bukan sekadar tren. Kemampuan menyaring informasi dan menjaga tutur kata yang sopan menjadi pesan utama yang ditekankan dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini bagi seluruh anak Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....