Ilmu itu Bagaikan Cahaya, Kebodohan Bagaikan Kegelapan.

  • 04 Mei 2026 14:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Pasuruan - Sangat penting bagi seseorang muslim untuk mengetahui ilmu yang diwajibkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Ilmu tentang iman dan akidah, ada pula ilmu tentang kewajiban kita sebagai Muslim, seperti salat, wudu, dan membersihkan najis.

Adapun puasa Ramadan, ketika sudah menjelang Ramadan, wajib mempelajarinya.

Dilansir dari you tobe sunsal media. Habib Taufiq mengatakan bahwa ilmu tentang zakat kita wajib belajar mengeluarkan zakat.

Adapun haji atau umrah, apabila ingin melaksanakannya, juga perlu mempelajari ilmunya.

Adapun bekerja, ilmu dalam bekerja harus dipelajari agar dapat melaksanakannya dengan baik.

"Orang banyak mengetahui ilmu-ilmu duniawi, tetapi ilmu yang dapat menghantarkan ke akhirat seringkali dilupakan, " ujar Habib Taufiq.

Ilmu itu bagaikan cahaya, sedangkan kebodohan bagaikan kegelapan.

Tidak ada yang bisa mengusir kegelapan kecuali dengan cahaya.

Tidak ada yang bisa memerangi kebodohan kecuali dengan ilmu.

Cahaya itu adalah ilmu. Keluarkan dirimu dari kegelapan dan kebodohan dengan belajar ilmu.

"Kamu memang tidak wajib belajar semua ilmu, tetapi wajib belajar ilmu yang diwajibkan oleh Allah SWT, " kata Habib.

Yang pasti kita butuhkan hingga di akhirat nanti adalah ilmu wajib dalam menjalankan syariat agama Islam.

Setelah itu, pelajari ilmu yang kamu butuhkan. Misalnya, jika saya butuh ilmu kedokteran, maka saya belajar ilmu kedokteran.

Jika kita butuh mempelajari ilmu bangunan, maka belajar ilmu bangunan.

"Silakan menjadi profesor, jenderal, atau presiden, tetapi tetap mengerti agama, " kata Habib.

Bayangkan jika kamu menjadi menteri tapi tidak mengerti surat Al-Fatihah.

Seorang Muslim tentu akan mengalami kesulitan jika sudah seperti ini. Inilah kebodohan yang mutlak,

Kamu tidak bisa selamat di akhirat tanpa ilmu agama.

Kamu tidak bisa salat tanpa ilmu akidah. Karena itu, pelajarilah ilmu-ilmu yang wajib ini.

Ambillah ilmu yang wajib, selebihnya ambil yang kamu butuhkan dan perlukan.

Misalnya, ilmu politik diperlukan oleh beberapa orang.

ilmu bangunan bagi beberapa orang yang mungkin membutuhkannya, namun sebagian yang lain tidak.

Karena itu, ilmu tidak mungkin bisa dikuasai oleh satu orang secara keseluruhan.

Oleh karena itu, manusia harus berpikir ilmu mana yang kira-kira bisa memberi manfaat bagi dirinya dan bagi orang lain.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....