Rahasia Kolak Pisang Sempurna ala "Acil Banjar"
- 02 Mei 2026 21:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Pantas Banjar di RRI Pro 4 Samarinda kembali menghadirkan obrolan hangat mengenai kuliner khas daerah, kali ini dengan mengangkat tema pembuatan kolak pisang. Dalam siaran tersebut, para narasumber berbagi tips mengenai pemilihan bahan baku yang tepat agar menghasilkan tekstur dan rasa kolak yang sempurna, terutama di tengah cuaca kota yang sering berubah-ubah.
Pemilihan jenis pisang menjadi poin utama dalam diskusi tersebut. Berdasarkan pengalaman para praktisi kuliner lokal, penggunaan pisang raja nangka atau pisang kepok (sanggar) sangat direkomendasikan karena memberikan aroma dan rasa manis yang khas. Teknik pengolahan yang tepat sangat diperlukan agar pisang tidak hancur saat dimasak bersama santan dan gula.
Salah satu narasumber dalam program tersebut, Acil Ewwi, menjelaskan bahwa pemilihan tingkat kematangan pisang sangat krusial dalam pembuatan kolak. Menurutnya, pisang yang paling pas digunakan adalah pisang yang sudah mengkal atau hampir matang, bukan yang sudah terlalu lembek, agar bentuknya tetap terjaga saat melalui proses perebusan.
"Kalau mau buat kolak itu memang harus yang mengkal-mengkal pisangnya, supaya tidak becek dan lembek saat dimasak. Pisang raja nangka itu paling nyaman karena aromanya sudah harum seperti nangka, jadi tidak perlu tambahan buah nangka lagi," ujar Acil Ewwi dikutip pada Jum'at, 23 April 2026.
Selain jenis pisang, penggunaan santan juga menjadi perhatian penting. Teknik memasak santan di bagian akhir proses perebusan menjadi kunci agar santan tidak pecah dan tetap menyatu dengan kuah gula merah. Para pendengar juga disarankan untuk menggunakan air yang sudah jernih atau tandon agar masakan tidak cepat basi dan memiliki rasa yang lebih segar.
Selain itu, Acil Mila menambahkan bahwa variasi isian juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Banjar. Ia menyebutkan bahwa penambahan bahan lain seperti kolang-kaling atau singkong dapat memperkaya tekstur kolak, namun tetap harus menyesuaikan dengan selera dan ketersediaan bahan di pasar.
"Kalau saya senangnya itu dicampuri kolang-kaling atau bisa juga singkong supaya lebih ramai isinya. Memang beda-beda selera orang, tapi itulah uniknya masakan Banjar, apa saja bisa diolah jadi masakan yang nyaman," kata Acil Mila menambahkan.
Obrolan ini juga menekankan pentingnya penggunaan santan dan gula merah berkualitas untuk mendapatkan kuah yang gurih. Diskusi interaktif ini ditutup dengan pesan untuk saling berbagi hasil masakan kepada tetangga dan rekan kerja sebagai bentuk silaturahmi, sekaligus melestarikan budaya lokal melalui sajian kuliner yang akrab dengan keseharian masyarakat Samarinda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....