Enam Langkah Mewujudkan Keluarga Bahagia

  • 02 Mei 2026 12:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Allah Swt. telah menjadikan umatnya berpasang-pasangan dan setiap pasangan pasti menginginkan keluarga yang aman, tenteram dan damai atau menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warrahmah. Namun memang dalam menjalani kehidupan berumah tangga bisa jadi menghadapi jalan yang berliku.

Kepada RRI, Ustaz Abdullah Syakir mengatakan, perlu upaya untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warrahmah tersebut. Setidaknya ada enam langkah yang bisa dilakukan untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah dan warrahmah, yaitu takwa, tarahum, ta’awun, tashawwur, taawfu dan qanaah, “ujarnya.

Langkah pertama adalah takwa, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan - Nya. Takwa akan menjadi landasan mendekatkan diri pada Allah Swt. dan untuk mendapatkan rida-Nya. Pada akhirnya nanti, Allah Swt. akan menyediakan

Langkah kedua adalah taharum atau saling mencintai. Cinta menjadi syarat terwujudnya keluarga bahagia. Pada saat pernikahan malaikat bersaksi, bagaimana seorang mempelai pria harus berani bertanggung jawab mengambil alih peran tanggung jawab ayah dari mempelai wanita. “Pasangan yang penuh cinta kasih maka keluarga akan penuh kebahagiaan,” ucap Ustaz Abdullah Syakir di acara Mutiara Pagi, Sabtu 2 Mei 2026.

Langkah ketiga adalah ta’awun atau saling tolong menolong. Dalam kehidupan berumah tangga pasangan suami istri haruslah saling tolong menolong sehingga pekerjaan akan menjadi ringan.

Berikutnya adalah tashawwur atau musyawarah. Komunikasi yang terjalin dengan baik dan kejujuran antar pasangan akan membuat keluarga terhindar dari perpecahan.

Langkah kelima adalah ta’awfu atau saling memaafkan. Sabar dalam keluarga akan menimbulkan ketenangan. Menyadari kesalahan dan saling memaafkan akan menjadi indikator orang bertakwa.

Seperti yang Allah tegaskan dalam QS Ali Imran 133-134, “Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan”.

Langkah keenam adalah qanaah atau menerima apa adanya. “Allah telah mempertemukan pasangan yang sebelumnya tidak kita ketahui. Namun ketika menikah karena Allah, maka menjadikannya sebagai pasangan hidup yang sakinah mawaddah warrahmah, “kata Ustaz Abdullah Syakir

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....