Pesan Ulama: Salatmu akan Menjadi Penjaga atau Penuntutmu

  • 30 Apr 2026 14:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Solo – Setiap salat yang ditunaikan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi kehidupan seorang Muslim. Bahkan, dalam sejumlah penjelasan ulama, salat diibaratkan “berbicara” kepada pelakunya setelah ditunaikan.

Jika salat dilakukan dengan khusyuk dan penuh kesungguhan, maka seakan salat itu mendoakan, “Semoga Allah menjagamu sebagaimana kamu telah menjaga aku.” Sebaliknya, jika dikerjakan dengan lalai dan terburu-buru, salat itu seolah berkata, “Semoga Allah menyia-nyiakanmu sebagaimana kamu telah menyia-nyiakanku.”

Hal ini disampaikan Muhammad Al Habsyi dalam kajian yang disiarkan melalui YouTube, Kamis 30 April 2026. Ia mengajak umat Islam untuk mulai memperbaiki kualitas salat, bukan hanya sekadar menunaikannya.

Menurutnya, salah satu langkah awal adalah membiasakan salat berjamaah di masjid. Dahulu, banyak orang justru memilih tinggal dekat masjid agar mudah beribadah. Namun kini, tidak sedikit yang menghindari lingkungan sekitar masjid karena alasan kenyamanan.

Padahal, bagi orang-orang saleh, kedekatan dengan masjid merupakan anugerah yang memudahkan langkah menuju kebaikan.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa kekacauan dalam hidup sering kali berakar pada dua hal utama, yakni kurangnya rasa percaya kepada Allah dan minimnya rasa syukur.

Sebagian orang merasa rezeki sepenuhnya bergantung pada kerja keras semata, hingga melupakan peran takdir dan pertolongan Allah. Di sisi lain, kurangnya rasa syukur membuat hati mudah gelisah, meski telah memiliki banyak nikmat.

“Kedua hal ini jika tidak diperbaiki, akan membuat hidup terasa tidak tenang,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahaya cinta dunia yang berlebihan. Memiliki harta dan kehidupan duniawi bukanlah hal yang dilarang, namun ambisi yang melampaui batas dapat menggerus ketenangan batin.

Ketika hati terlalu terikat pada urusan dunia, kekhusyukan dalam salat pun terganggu. Pikiran menjadi sibuk, dan kenikmatan ibadah perlahan menghilang.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menempatkan dunia di tangan, bukan di hati. Dengan begitu, seseorang tetap bisa menjalani kehidupan dunia tanpa kehilangan arah menuju akhirat.

Pesan ini sekaligus menjadi pengingat agar menjadikan salat sebagai fondasi utama kehidupan. Salat yang khusyuk diyakini mampu menghadirkan ketenangan, sementara salat yang lalai justru berpotensi menambah kegelisahan.

Melalui perbaikan kualitas salat, diharapkan setiap Muslim mampu meraih kehidupan yang lebih tenang, seimbang, dan penuh keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....