Pesan Ulama Jaga Ikatan Batin untuk Ilmu Berkah
- 29 Apr 2026 13:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ikatan batin antara guru dan murid menjadi kunci utama dalam memperoleh keberkahan ilmu, baik lahir maupun batin. Hal ini disampaikan dalam kajian yang mengangkat keteladanan ulama Al Habib Ahmad Zain bin Al Habsyi.
Al Habib Ahmad Zain dikenal sebagai pengarang Kitab Risalatul Jamiah. Meski karyanya tidak tersebar luas, ajaran yang diwariskan dinilai memiliki manfaat besar bagi para penuntut ilmu. Ia juga dikenal memiliki keilmuan tinggi, bahkan disebut setara dengan Imam Syafi'i, namun memilih bersikap tawadhu.
Dalam kajian yang disampaikan melalui siaran Masjid Al Amanah Polres Tapin, Rabu 29 April 2026, KH Ahmad Syairazi menyebut derajat kewalian Al Habib Ahmad Zain sangat tinggi, bahkan disejajarkan dengan Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
| Baca juga: Batin Lebih Utama dari Zahir Menurut Islam |
Ia menjelaskan, Al Habib Ahmad Zain merupakan murid dari Al Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hubungan keduanya tidak hanya bersifat lahiriah, tetapi juga batiniah yang kuat.
Menurut KH Ahmad Syairazi, tradisi keilmuan ulama terdahulu memiliki tiga ciri utama, yakni memiliki guru, tersambung sanad keilmuan hingga Rasulullah SAW, serta menjaga hubungan batin (ittisal) secara berkelanjutan.
“Meski jarang bertemu langsung, hubungan batin mereka tetap kuat. Mereka meyakini kehadiran ruh guru dalam membimbing perjalanan ilmu,” ujarnya.
Ia menambahkan, menjaga hubungan batin dengan guru dapat dilakukan melalui amalan sederhana, seperti menghadiahkan Surah Al-Fatihah. Hal ini juga sejalan dengan anjuran Habib Umar bin Hafiz tentang pentingnya menjaga koneksi spiritual dengan para guru.
Selain itu, KH Ahmad Syairazi menyampaikan wasiat Abah Guru Sekumpul agar setiap amal kebaikan dihadiahkan kepada guru. Menurutnya, setiap amalan yang dilakukan tidak terlepas dari keberkahan doa para ulama dan wali.
Keteladanan tersebut juga terlihat dari Al Habib Ahmad Zain yang tetap melanjutkan belajar kepada gurunya meski telah wafat. Ia rutin mendatangi makam gurunya sambil membaca Kitab Ihya Ulumuddin untuk menuntaskan pelajaran yang belum selesai.
Kajian ini menegaskan bahwa hubungan antara guru dan murid tidak terhalang oleh batas ruang dan waktu. Ikatan batin yang terjaga diyakini menjadi jalan dalam memperoleh ilmu yang berkah dan bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....