Gerakan TSH Foundation Hadirkan Harapan Bagi Masyarakat Samarinda
- 29 Apr 2026 08:13 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Komunitas TSH Foundation semakin menarik perhatian publik, terutama dari makna di balik namanya. Banyak pendengar penasaran, mengapa komunitas ini memilih nama “Terbit Setiap Hari” atau TSH. Hal itu terungkap dalam program Obrolan Komunitas Pro1 Samarinda, dikutip Rabu 29 April 2026.
Ketua komunitas, Roni, menjelaskan nama tersebut bukan sekadar simbol, melainkan memiliki filosofi mendalam. “Kami ingin memberikan harapan seperti matahari yang terbit setiap hari,” ujar Roni.
Filosofi ini menggambarkan semangat konsistensi dalam berbagi dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan. Layaknya matahari yang selalu hadir setiap pagi, TSH Foundation ingin terus hadir membawa manfaat tanpa henti.
Lebih lanjut, Roni menegaskan setiap aksi kecil yang dilakukan komunitas diharapkan mampu memberi dampak besar. “Apa yang kami lakukan mungkin kecil, tapi kami berharap dampaknya luas,” ucapnya.
Pernyataan ini menjadi cerminan kekuatan komunitas tidak selalu diukur dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari ketulusan dan keberlanjutan gerakan. Dalam praktiknya, TSH Foundation memiliki sejumlah kegiatan rutin yang berfokus pada aksi sosial kemanusiaan.
Bendahara komunitas, Tri Siswati, menjelaskan program utama mereka adalah kegiatan berbagi sembako setiap bulan. “Kegiatan rutin kami adalah berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan,” kata Tri. Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitar Samarinda.
Selain itu, TSH Foundation juga memiliki program kreatif bernama “Belanja Berkah”. Program ini dilakukan setiap hari Minggu di kawasan Gor Kadrie Oening Samarinda. “Kami menjual barang preloved dan hasilnya 100% didonasikan,” ujar Tri. Konsep ini tidak hanya membantu penggalangan dana, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi langsung dalam kegiatan sosial.
Tidak hanya itu, selama bulan Ramadan yang lalu, TSH Foundation aktif mengadakan berbagai kegiatan seperti berbagi takjil, sahur on the road, hingga pembagian parsel bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kami juga bersinergi dengan relawan lain untuk memperluas jangkauan bantuan,” ucap Tri.
Kolaborasi ini menunjukkan solidaritas antar komunitas menjadi kunci dalam memperkuat gerakan sosial. Menariknya, sasaran bantuan TSH Foundation tidak hanya terbatas pada masyarakat kurang mampu. Komunitas ini juga memiliki program “relawan to relawan”.
“Tidak semua relawan dalam kondisi baik, jadi kami juga saling membantu,” kata Tri. Hal ini menunjukkan kepedulian dalam komunitas tidak hanya keluar, tetapi juga ke dalam, memperkuat solidaritas antaranggota.
Salah satu anggota komunitas, Dedi Triono, menambahkan semangat membantu sesama menjadi alasan utama bergabung dalam komunitas ini. “Kami ingin menjangkau mereka yang mungkin belum tersentuh bantuan,” ujar Dedi. Dengan pendekatan berbasis rekomendasi dan observasi langsung, TSA Foundation berusaha memastikan bantuan tepat sasaran.
Melalui filosofi “Terbit Setiap Hari”, TSH Foundation membuktikan bahwa harapan bisa terus dihidupkan melalui aksi sederhana namun konsisten. “Kami ingin selalu hadir membawa senyuman,” ucap Roni.
Komunitas ini menjadi contoh nyata kepedulian sosial dapat tumbuh dari hal kecil dan memberikan dampak besar bagi masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....