BPBD Paser Imbau Waspada Karhutla dan Kekeringan Selama Musim Kemarau

  • 26 Apr 2026 16:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Memasuki musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026 oleh BMKG, masyarakat di Kalimantan Timur diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta ancaman kekeringan.

BPBD Samarinda menegaskan bahwa kondisi cuaca kering yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, khususnya di wilayah rawan.

Kepala Pelaksana BPBD Paser, Ruslan, pada RRImengatakan, masyarakat diingatkan agar tidak lengah menghadapi perubahan cuaca tersebut.

“Perubahan cuaca ini harus disikapi dengan kewaspadaan tinggi, terutama terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya. Minggu, 26 April 2026.

Ia juga menambahkan bahwa ancaman kekeringan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada sektor pertanian dan ketersediaan bahan pangan.

“Kekeringan bisa memengaruhi hasil pertanian, sehingga perlu langkah antisipasi sejak dini,” kata Ruslan.

Ruslan mengimbau para petani, khususnya di wilayah rawan kekeringan, untuk mulai melakukan upaya mitigasi seperti pengelolaan air dan penyesuaian pola tanam.

“Kami berharap para petani dapat mengantisipasi kondisi ini agar lahan sawah tetap produktif meski menghadapi musim kemarau panjang,” ucapnya.

BPBD juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melaporkan jika ditemukan titik api di wilayah masing-masing.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan bersama, diharapkan risiko bencana selama musim kemarau dapat diminimalisir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....