Fenomena Fatherless dan Upaya Membangun Keluarga Berkualitas
- 24 Apr 2026 21:01 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Isu fatherless di Indonesia kini mulai disikapi dengan lebih serius, terutama di kota-kota seperti Samarinda. Kesadaran kaum pria mulai meningkat, namun tantangan di lapangan masih cukup besar. Banyak faktor yang menyebabkan peran ayah masih belum optimal dalam struktur keluarga.
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Sungai Kunjang terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keharmonisan keluarga. Melalui program Odah Bekesah RRI Pro4 Samarinda, disampaikan kualitas sebuah keluarga ditentukan oleh kolaborasi ayah dan ibu dalam mendidik anak sejak dini.
Pendidikan pertama bagi seorang anak tidak dimulai dari sekolah formal, melainkan dari lingkungan rumah. Di sinilah peran orang tua yang sangat krusial. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka lihat dari orang tua mereka, bukan sekadar apa yang mereka dengar.
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB), Aisyah Jihan Farizqi menjelaskan orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh yang baik. Konsistensi antara ucapan dan tindakan ayah-ibu, akan membentuk karakter anak di masa depan.
"Jadilah teladan yang baik bagi anak, karena ayah ibu adalah pendidikan pertama bagi anak ya. Jadi, semoga bisa membentuk keluarga yang harmonis dan juga berkualitas," ujar Aisyah Jihan.
Membangun keluarga berkualitas bukan hanya memberikan fasilitas yang lengkap, namun menciptakan suasana rumah yang saling mendukung. Kehadiran ayah dalam mendidik, akan memberikan rasa aman dan percaya diri pada anak-anak.
Upaya ini diharapkan dapat menekan angka fatherless country di Indonesia sehingga menciptakan generasi emas yang berkualitas dan bermental sehat di Kota Samarinda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....