Memahami Al-Fatihah sebagai Doa dan Ikhtiar Penyembuhan

  • 22 Apr 2026 14:35 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Surah Al-Fatihah kerap diyakini sebagai doa yang memiliki keutamaan, termasuk sebagai ikhtiar penyembuhan. Di tengah praktik masyarakat yang meniupkan bacaan ke air minum, muncul pertanyaan mengenai pandangan hal tersebut dari sisi agama dan medis.

Dalam sejumlah kajian keislaman, Al-Fatihah dipahami sebagai doa yang mengandung permohonan pertolongan dan kesembuhan kepada Allah SWT. Praktik meniupkan bacaan ke air kemudian diminum juga dikenal dalam tradisi ruqyah sebagai bentuk ikhtiar spiritual.

Pendakwah Buya Arrazy Hasyim dalam salah satu tausiyahnya menyebutkan, bacaan Al-Qur’an yang dilafalkan dengan keyakinan dapat menjadi sarana doa. Ia menekankan pentingnya pemahaman kalbu atau hati dalam setiap bacaan.

“Bacaan itu bukan sekadar lafaz, tetapi juga melibatkan keyakinan dan kondisi batin saat membacanya,” ujarnya.

Dalam literatur Islam, praktik serupa juga pernah dilakukan para sahabat Nabi. Salah satunya adalah Abu Sa'id al-Khudri yang diriwayatkan menggunakan bacaan Al-Fatihah sebagai doa penyembuhan.

Sementara itu, ulama seperti Ibnu Taimiyah juga menyebut Al-Fatihah sebagai salah satu doa yang dapat digunakan dalam ikhtiar pengobatan, termasuk dengan media air yang telah dibacakan doa.

Meski demikian, dari sisi medis, meniup makanan atau minuman secara langsung umumnya tidak dianjurkan karena berpotensi memindahkan bakteri. Karena itu, praktik tersebut sebaiknya tetap memperhatikan aspek kebersihan.

Dengan demikian, penggunaan Al-Fatihah sebagai doa penyembuhan dapat dipahami sebagai bentuk ikhtiar spiritual, yang tetap perlu diimbangi dengan upaya medis serta menjaga kebersihan dalam praktik sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....