Keutamaan Al-Fatihah, Surah Istimewa Umat Nabi Muhammad
- 22 Apr 2026 07:36 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis sahih bahwa Surah Al-Fatihah merupakan surah yang tidak pernah diturunkan kepada nabi mana pun sebelumnya, melainkan khusus diberikan kepada beliau.
Dalam sebuah tausiyah yang disampaikan Buya Arrazy, disebutkan bahwa beberapa ayat istimewa seperti awal Surah Al-Baqarah (Alif Lam Mim), Ayat Kursi, serta dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, juga diturunkan kepada umat Islam sebagai keistimewaan.
Buya Arrazy menjelaskan, Surah Al-Fatihah memiliki kedudukan yang sangat istimewa. Ia disebut turun di bumi berkali-kali, namun hanya sekali diangkat ke Arasy. Hal ini menunjukkan keagungan dan kemuliaan surah tersebut.
| Baca juga: Istiqamah Jadi Kunci Keimanan Manusia |
Ia juga mengutip pendapat Imam Az-Zarkasyi yang menyebutkan bahwa terdapat ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah, Madinah, dan ada pula yang diturunkan di Arasy, yang dikenal sebagai ayat atau surah ‘Arsyi.
Menurutnya, umat Islam patut bersyukur karena dianugerahi Surah Al-Fatihah. Surah ini tidak hanya menjadi bacaan dalam salat, tetapi juga menjadi sarana tawasul sebelum berzikir.
Lebih lanjut dijelaskan, dalam Al-Fatihah terkandung makna yang berkaitan dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Membaca Al-Fatihah diibaratkan seperti membaca biografi hakiki beliau.
Karena itu, umat Islam dianjurkan membaca Al-Fatihah dengan tartil, benar, dan penuh penghayatan. Membaca dengan sembarangan, apalagi sambil melakukan aktivitas lain seperti bermain ponsel, dinilai mengurangi kekhusyukan.
Buya Arrazy menekankan Al-Fatihah merupakan surah yang agung, sehingga membacanya harus disertai adab dan kekhusyukan, karena menjadi salah satu sarana mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam kajian ilmu huruf yang berkembang di kalangan ulama tasawuf, disebutkan bahwa huruf-huruf dalam lafaz “Bismillah” memiliki makna simbolik. Huruf Alif melambangkan keagungan Allah, sedangkan huruf Ba dikaitkan dengan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Titik di bawah huruf Ba, menurut sebagian ahli, dimaknai sebagai simbol hakikat Muhammadiyah. Hal ini menunjukkan bahwa dalam lafaz “Bismillah” terdapat makna yang dalam dan filosofis.
Lebih jauh, dijelaskan kalimat “Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin” mengandung makna pujian yang sempurna kepada Allah. Kata “Alhamdu” disebut sebagai bentuk pujian tertinggi.
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa “Alhamdulillah” merupakan doa yang paling agung, yakni ungkapan syukur dan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dengan demikian, umat Islam dianjurkan tidak hanya membaca Al-Fatihah, tetapi juga memahami maknanya agar ibadah menjadi lebih bermakna dan penuh kekhusyukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....