Keajaiban berdoa oleh Habib Achmad Al Habsyi
- 21 Apr 2026 14:34 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Solo - Dalam Tausiyahnya Al Habib Ahmad mengajak kita umat muslim agar dalam perjalanan hidup ini, jangan pernah putus asa untuk berdoa dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Allah SWT berfirman, mintalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan permintaanmu.
Oleh karena itu, jangan segan meminta sebanyak apapun, kapanpun, bahkan 24 jam penuh kita bisa berdoa.
Setiap hamba Allah memiliki hak untuk memohon, karena itu adalah perintah dari-Nya.
Dilansir dari you tobe Lenteraco Selasa 21 Apri; 2026. ustaz Al Habib Ahmad Al Habsy mengatakan apabila kita berdoa memohon diberikan kemudahan dan taufiq untuk menunaikan ibadah haji.
Maka katakanlah dengan penuh harap, “Ya Robbi, tahun yang akan datang saya bisa berhaji.”
Jangan terpengaruh oleh prasangka buruk atau keraguan seperti harus menunggu antrian lama, karena Allah Maha Kuasa mengatur segala sesuatu.
"Percayalah, jika Allah ingin, semuanya akan mudah. Teruslah mengetuk pintu rahmat-Nya, terutama pada hari Jumat saat doa-doa lebih dipercepat dikabulkan, " kata Habib Ahmad.
Dikisahkan oleh Habib Ahmad perjalanan hidup Imam Ahmad Ibnu Hambal yang dapat diambil pelajaran bagi kita.
Suatu hari beliau pergi tanpa tujuan jelas ke sebuah desa.
"Di sana Imam Ahmad bertemu dengan seorang tukang roti yang selalu berdzikir dan beristighfar sambil bekerja, " ujar Habib.
Tukang roti itu berkata bahwa seluruh doanya telah dikabulkan kecuali satu, yaitu keinginannya bertemu dengan Imam Ahmad Ibnu Hambal.
Mendengar itu, Imam Ahmad bin Hambal menyadari bahwa Allah menggerakkan hatinya untuk mewujudkan doa hamba tersebut.
Ini menunjukkan bahwa doa yang tulus akan mendapat jawaban Allah dengan cara yang istimewa.
Selain itu, mulailah hari kita dengan niat bahwa semua aktivitas, mulai dari makan, minum, bekerja, hingga beribadah, dilakukan semata-mata karena Allah.
Rasakan seakan-akan setiap perbuatan diawasi oleh Allah dengan pengawasan yang sangat dekat.
Ketika merasa diawasi, kita akan menjaga amal dan perilaku kita dengan sungguh-sungguh, sehingga hidup menjadi lebih jujur, tenang, dan bermakna.
Sebagai contoh, ketika kita salat, jika kita benar-benar menyadari Allah mengawasi kita, maka salat akan menjadi khusyuk dan penuh konsentrasi.
Begitu pula ketika bekerja atau belajar, rasa diawasi ini membuat kita fokus dan tidak tergoda melakukan hal-hal yang sia-sia.
Mari kita jadikan niat dan kesadaran ini sebagai kunci keberhasilan, karena Allah menghargai usaha yang dilakukan dengan ikhlas karena-Nya.
Jangan hanya sibuk menuntut berbagai kemudahan dari Allah, tapi kita lupa mengamalkan perkara sederhana seperti melakukan aktivitas sehari-hari dengan niat yang benar dan rasa diawasi oleh Allah.
Semoga kita semua dimudahkan dalam beribadah, diberi kesehatan dan hati yang istiqamah dalam berdoa.
Serta segera mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji di Baitullah Al-Haram. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....