BPBD Samarinda Imbau Warga Antisipasi Kebakaran saat Kemarau
- 20 Apr 2026 17:17 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat dan berlangsung lebih kering pada tahun 2026. Kondisi ini berpotensi memicu kebakaran lahan serta krisis air bersih di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Suwarso, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar lebih siap menghadapi situasi tersebut.
“Seluruh warga kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan enam langkah siaga, terutama untuk mencegah kebakaran lahan dan mengantisipasi krisis air bersih,” ujar Suwarso. Senin, 20 April 2026.
Ia menegaskan, langkah pertama yang paling penting adalah larangan membuka lahan dengan cara membakar, termasuk membakar sampah di ruang terbuka. Menurutnya, kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama kebakaran saat musim kemarau.
“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, dan hindari membakar sampah sembarangan. Ini sangat berisiko memicu kebakaran besar,” ucapnya.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran permukiman akibat arus pendek listrik. Risiko ini cenderung meningkat saat cuaca panas dan kering.
BPBD Samarinda juga mengingatkan warga untuk memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman serta tidak menggunakan peralatan listrik secara berlebihan.
Langkah-langkah lain yang disarankan mencakup penghematan penggunaan air bersih, penyimpanan cadangan air, serta pelaporan cepat apabila ditemukan titik api atau indikasi kebakaran.
Dengan kesiapsiagaan sejak dini, pemerintah berharap dampak musim kemarau tahun ini dapat diminimalkan dan tidak menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....