Kutim Optimistis Hadapi El Nino, Produksi Pertanian Didorong

  • 20 Apr 2026 16:41 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan sektor pertanian tetap aman dan produktif di tengah potensi fenomena El Nino 2026. Kepastian ini disampaikan Wakil Bupati Kutim Mahyunadi usai mengikuti rapat koordinasi ketahanan pangan nasional di Kementerian Pertanian RI, Senin, 20 April 2026.

Mahyunadi mengatakan, hasil rapat menunjukkan bahwa dampak El Nino di Kalimantan Timur diperkirakan tidak signifikan, sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan normal. “Dari hasil rapat koordinasi, kami mendapat penjelasan bahwa kondisi El Nino tahun ini tidak berdampak parah di Kalimantan Timur,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi iklim di Kalimantan Timur masih tergolong stabil dibandingkan sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan lebih tinggi. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk tetap mendorong peningkatan produksi pertanian, khususnya komoditas padi.

Menurutnya, kepastian tersebut penting untuk memberikan rasa aman kepada petani dalam menentukan jadwal tanam. Pemerintah daerah pun mengimbau agar petani tidak menunda musim tanam.

“Kalimantan Timur masih dalam kondisi normal. Jadi tidak ada alasan untuk menunda musim tanam, justru kita didorong meningkatkan produksi,” ucapnya.

Dalam forum tersebut, Pemkab Kutim juga mengusulkan penguatan infrastruktur pertanian, terutama pembangunan dan optimalisasi jaringan irigasi. Usulan tersebut mendapat respons positif dari pemerintah pusat dan masuk dalam prioritas dukungan.

Mahyunadi menjelaskan, ketersediaan irigasi yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi di tengah potensi perubahan iklim. Selain itu, pemerintah pusat juga memastikan ketersediaan sarana produksi pertanian seperti pupuk dan pestisida.

“Dari kementerian ditegaskan bahwa ketersediaan pupuk dan pestisida aman, sehingga petani tidak perlu khawatir,” ujarnya.

a menegaskan, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendampingi petani agar dapat memanfaatkan kondisi yang ada untuk meningkatkan produktivitas.

Rapat koordinasi tersebut diikuti perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....