Musyawarah Mufakat Kunci Keputusan Bijak Masyarakat Indonesia

  • 20 Apr 2026 05:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Indonesia menganut sistem demokrasi yang berbasis pada musyawarah mufakat untuk menghasilkan keputusan. Hal ini dilakukan demi mendapatkan sebuah keputusan yang berkelanjutan dan meminimalisir masalah di masa depan.

Musyawarah untuk mufakat bukan sekadar prosedur formal, melainkan nilai mendasar yang dijunjung tinggi dalam budaya Indonesia dan termasuk dalam sila keempat Pancasila. Hal tersebut juga diaminkan oleh Ustaz Muhammad Khozin dalam siaran Mutiara Pagi RRI pada Jumat 10 April 2026.

Ia menjelaskan, mufakat berbeda dengan pengambilan keputusan melalui suara terbanyak atau voting. Mufakat adalah tercapainya kesepakatan bulat yang didasarkan pada semangat kekeluargaan, akal sehat, dan hati nurani.

"Prinsip-prinsip utama mufakat itu yang pertama semangat kekeluargaan. Keputusan diambil dengan memperhatikan keharmonisan dan kebaikan bersama, bukan kepentingan pribadi atau golongan," kata Ustaz Khozin.

Menurutnya, ada empat prinsip utama yang harus ada dalam proses mufakat. Hal tersebut adalah semangat kekeluargaan, kesetaraan, menghargai pendapat, dan tanggung jawab.

Selain itu, proses mufakat juga terjadi dalam tiga tahap. Pertama adalah bertukar pendapat, kedua mencari jalan keluar yang mengakomodasi kepentingan bersama, dan terakhir adalah pengambilan keputusan secara bulat.

Penerapan budaya musyawarah mufakat dalam masyarakat Indonesia ini membawa manfaat nyata. Keputusan yang dihasilkan menjadi lebih berkualitas karena mempertimbangkan berbagai sudut pandang, serta lebih mudah diterima oleh semua pihak sehingga meminimalisir konflik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....