Memahami Hakikat Dunia sebagai Permainan dan Senda Gurau

  • 18 Apr 2026 04:59 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Kehidupan modern sering kali memaksa manusia untuk memandang pencapaian materi dan status sosial sebagai tujuan akhir yang absolut. Namun, umat Muslim diajak untuk melakukan dekonstruksi terhadap cara pandang tersebut dengan memahami bahwa dunia, pada hakikatnya, hanyalah sebuah panggung permainan yang penuh dengan ornamen semu.

Menurut Ustaz Mustamin Fattah, dunia pada dasarnya tidak memiliki substansi hakiki selain sebagai tempat bersenda gurau. Mengacu pada gaya bahasa Al-Qur'an, ia menjelaskan adanya pembatasan makna yang menegaskan bahwa dunia hanyalah kesenangan sementara yang sering kali menyilaukan mata.

“Tidaklah dunia itu kecuali hanya sebatas permainan senda gurau yang kemudian melalaikan kita,” ujarnya dalam program Mutiara Pagi di Pro1 RRI Samarinda, Rabu, 8 April 2026.

Lebih lanjut, ia menyoroti manusia yang cenderung menghabiskan waktu untuk menghiasi aspek lahiriah seperti rumah, kendaraan, hingga taman secara berlebihan. Namun, keindahan tersebut dianggap palsu karena sifatnya yang hanya sementara dan mudah memudar seiring waktu.

Selain harta, aspek persaingan status sosial juga menjadi bahasan utama. Ustaz Mustamin menyebut bahwa dunia saat ini menjadi arena bagi manusia untuk saling membangga-banggakan kedudukan dan derajat kehidupan, terutama ketika bertemu dengan relasi lama atau dalam lingkungan sosial tertentu.

Fenomena ambisi memperbanyak harta dan keturunan juga dikupas sebagai bentuk ilusi manusia untuk tetap dikenang. Manusia sering kali merasa bahwa dengan memiliki banyak keturunan dan kekayaan yang melimpah, jejak keberadaan mereka di dunia tidak akan pernah hilang.

"Al-Qur'an itu mengingatkan kepada kita bahwa itu hanya ilusi cara halus dunia ini menipu rasa takut kita akan kefanaan akan hilangnya sejarah keluarga kita,” katanya.

Ustaz Mustamin mengajak masyarakat untuk tidak sekadar mengejar kuantitas duniawi, melainkan fokus pada sebanyak apa kebaikan yang ditanam hari ini. Sebab, hanya amal kebaikanlah yang akan membuat seseorang benar-benar dikenang secara bermartabat di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....