Ancaman Sampah Laut, Pemerintah Siapkan Strategi Ekonomi Biru
- 17 Apr 2026 19:35 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Hingga kini, sampah masih menjadi permasalahan utama dalam polusi lingkungan, terutama dalam mencemari laut dan ekosistemnya. Laut Indonesia terancam oleh masifnya sampah yang dibuang dari daratan dan mencemari laut, sebagian besar didominasi oleh sampah plastik.
Dilansir dari laman walhi.or.id, Indonesia menghadapi darurat sampah laut dengan estimasi kebocoran plastik ke laut mencapai 0.27-1.29 juta ton per tahun, di mana 80% sampah berasal dari daratan. Sebanyak 5,75 juta ton sampah mengotori laut Indonesia pada 2022 yang didominasi oleh sampah plastik lunak, puntung rokok, dan alat tangkap ikan.
Dalam hal ini, perlunya upaya yang tepat untuk mengatasi permasalahan sampah di laut. Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Timur, Yuliana Nidyasari, menyampaikan pemerintah memiliki program tersebut.
“Jadi pemerintah ini sebenarnya punya program terutama dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kita punya lima kebijakan yang disebut dengan ekonomi biru,” katanya, dikutip Sabtu 17 April 2026.
Dalam kesempatan menghadiri SPADA (Selamat Pagi Teman Pro 2) edisi lingkungan hidup yang disiarkan di RRI Pro 2 Samarinda, ia menjelaskan lima kebijakan tersebut. Yang pertama adalah perluasan kawasan konservasi laut, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan, pengawasan pesisir dan pulau-pulau kecil, dan pembersihan sampah plastik di laut.
Ia menambahkan, tidak boleh berlebihan mengambil ikan di laut karena memiliki pengaruh yang buruk. Salah satunya seperti keberlangsungan ekosistem ikan ke depannya yang akan semakin berkurang jika tidak dibarengi dengan budidaya ikan yang baik.
“Karena ikan ini juga perlu kita jaga. Sumber daya ikan kita ini lama-lama pasti menipis. Apalagi jika terjadi penangkapan yang tidak sesuai seperti legal fishing dan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan,” ucapnya
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keberlangsungan sumber daya ikan dan penangkapan ikan di laut secukupnya. Tentunya, upaya ini tidak hanya menjadi tugas pemerintah tetapi juga menjadi tugas bersama untuk menjaga ekosistem laut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....