Makna Toleransi dalam Surah Al-Kafirun
- 16 Apr 2026 11:29 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemahaman tentang toleransi dalam Islam sering kali dipahami secara keliru. Banyak yang mengira toleransi berarti menyatukan keyakinan, padahal ajaran Islam justru menegaskan batas yang jelas antara menghargai dan mencampuri akidah.
Ustaz Syarif Hidayatullah dari Sahabat Misykat Indonesia, menjelaskan Surah Al-Kafirun turun sebagai respons atas ajakan dari kaum Quraisy kepada Nabi Muhammad Saw. Saat itu, mereka mengusulkan agar ibadah dilakukan secara bergantian antara menyembah Allah Swt dan berhala. Tawaran tersebut ditolak tegas melalui wahyu Allah.
“Surah ini adalah penegasan tidak ada kompromi dalam urusan akidah,” ujar Ustaz Syarif, dikutip Kamis 16 April 2026.
Meski demikian, Islam tidak menutup ruang toleransi. Islam mengajarkan untuk saling menghormati dalam kehidupan sosial. Prinsip ‘’untukmu agamamu dan untukku agamaku” menjadi landasan penting dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.
| Baca juga: Refleksi Tauhid dalam Surah Al-Kafirun |
Toleransi berarti tidak mengganggu praktik ibadah agama lain, namun tetap teguh menjalankan keyakinan sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk toleransi bisa terlihat dari sikap saling menghargai kepada seseorang yang berbeda agama.
“Selama tidak masuk ke ranah ritual, hubungan sosial tetap bisa berjalan dengan baik,” kata Ustaz Syarif.
Surah Al-Kafirun juga mengajarkan perbedaan bukan menjadi penyebab suatu konflik. Dengan memahami batasan tersebut, masyarakat bisa hidup berdampingan secara damai tanpa harus kehilangan identitas keimanan masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....