Tawadhu Kunci Menjadi Kekasih Allah dan Dicintai Nabi
- 15 Apr 2026 11:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Sumenep — Sikap tawadhu atau rendah hati menjadi salah satu kunci utama untuk meraih derajat tinggi di sisi Allah Swt. Hal tersebut disampaikan Al Habib Achmad Alhabsyi dalam tausiyahnya.
Dalam ceramah yang disiarkan melalui kanal YouTube Santri Madura Official, Rabu 15 April 2026, ia menjelaskan wali Allah adalah mereka yang memiliki kerendahan hati dan tidak merasa memiliki kelebihan.
“Tidak ada seorang pun yang tawadhu karena Allah, kecuali derajatnya akan diangkat oleh Allah,” ujar Habib Achmad.
Ia menambahkan, para ulama memaknai tawadhu sebagai sikap memandang orang lain lebih utama dibanding diri sendiri.
Habib Achmad kemudian mencontohkan kisah Sayyidina Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Dalam suatu kesempatan, Hasan yang tengah berkendara melihat seorang fakir miskin yang sedang makan di tanah. Saat dipersilakan bergabung, Hasan turun dan makan bersama, menunjukkan sikap rendah hati.
Keteladanan tersebut, lanjutnya, merupakan cerminan akhlak Nabi Muhammad Saw. Meski memiliki derajat tertinggi, Nabi tetap hidup sederhana dan tidak menunjukkan kemewahan.
Dikisahkan, Rasulullah Saw menjahit pakaiannya sendiri ketika robek, memperbaiki sandal yang putus, serta membantu pekerjaan rumah tangga. Dalam keseharian, beliau juga tidak segan menunggangi keledai dan membonceng sahabat maupun anak kecil.
Menurut Habib Achmad, kewibawaan Nabi Muhammad Saw begitu besar hingga membuat orang yang baru pertama kali bertemu merasa segan. Namun, Rasulullah tetap menunjukkan kerendahan hati dengan menegaskan bahwa dirinya hanyalah manusia biasa.
“Ia menyampaikan bahwa dirinya bukan anak raja, melainkan anak dari seorang wanita sederhana di Mekah,” jelasnya.
| Baca juga: Hijrah Digital Lawan Budaya Flexing |
Habib Achmad juga mengingatkan bahwa meskipun umat Islam saat ini tidak hidup sezaman dengan Nabi, kecintaan kepada Rasulullah tetap dapat ditumbuhkan melalui majelis ilmu dan mendengarkan kisah-kisah beliau.
“Jika tidak bisa melihat beliau, jangan haramkan telinga untuk mendengar tentang beliau,” ujarnya.
Ia menegaskan, mencintai Nabi Muhammad Saw merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, bahkan harus melebihi kecintaan kepada keluarga dan harta benda.
Melalui tausiyah tersebut, masyarakat diajak meneladani sifat tawadhu serta memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai bagian dari keimanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....