Ulama Tekankan Pentingnya Mensyukuri Nikmat Allah
- 13 Apr 2026 11:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Al Habib Ali Albahar mengawali tausiyah dengan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam kepada Allah Swt atas nikmat keislaman, keimanan, Al-Qur’an, serta menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Ia juga mensyukuri anugerah tanah air Indonesia yang aman dan damai.
Dilansir dari TV Alwafa Tarim, 13 April 2026, ia mendoakan agar Allah Swt senantiasa memberkahi negeri ini. Selawat dan salam turut disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyapa para habaib yang hadir, seraya berharap mendapatkan keberkahan dari para keturunan Rasulullah Saw, khususnya melalui silsilah dan para wali.
“Alhamdulillah kita semua bangun pagi dengan tubuh sehat. Kita bersyukur negeri ini dalam kondisi aman yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia menegaskan pentingnya menjaga nikmat Allah Swt karena keadaan dapat berubah dengan cepat. Menurutnya, rasa syukur harus diwujudkan dalam menjaga keamanan, kesehatan, serta keberkahan rezeki yang telah diberikan.
“Jika memiliki nikmat, rawatlah dengan baik karena keadaan bisa berubah sewaktu-waktu,” ujarnya.
| Baca juga: Batin Lebih Utama dari Zahir Menurut Islam |
Ia juga mengingatkan bahwa banyak manusia di belahan dunia lain yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, sementara umat di Indonesia masih diberikan kemudahan dalam rezeki dan kehidupan.
“Wahai jin dan manusia, nikmat Tuhan mana yang kamu dustakan,” katanya mengutip ayat Al-Qur’an.
Menurutnya, kehadiran dalam majelis haul merupakan bentuk syukur atas berbagai karunia Allah SWT. Ia mengajak jamaah untuk terus menjaga rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
| Baca juga: Mensyukuri Nikmat Hidayah Allah Swt |
Dalam bagian tausiyah lainnya, ia menyinggung penjelasan ulama dalam kitab-kitab turats tentang binatang yang disebut dapat masuk surga.
Ia menjelaskan, dalam tradisi keilmuan Islam terdapat tingkatan penulisan seperti matan, syarah, dan hawasyi. Dalam kitab hawasyi disebutkan beberapa makhluk yang mendapat keistimewaan, seperti Buraq yang digunakan Nabi Muhammad Saw dalam Isra Mi’raj, anjing Ashabul Kahfi, burung hudhud Nabi Sulaiman, serta domba pengganti Nabi Ismail AS.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa makhluk dapat memperoleh kemuliaan karena hubungan khusus dengan para nabi dan orang saleh.
Ia menegaskan, jika hewan saja dapat dimuliakan karena kedekatannya dengan para nabi, maka manusia sebagai umat Nabi Muhammad Saw seharusnya lebih bersyukur dan berupaya menjaga keimanan.
Di akhir tausiyah, ia mendoakan agar seluruh jamaah dimudahkan masuk surga, diberikan istiqamah, serta diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....