Ulama Tekankan Keutamaan Cinta Nabi Muhammad Saw dalam Islam

  • 13 Apr 2026 10:43 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Jakarta – KH Mualim Ubaidil, yang akrab disapa Mualim Ubaid, memulai tausiyahnya dengan bersalawat kepada Nabi Muhammad Saw serta menyampaikan salam kepada para habaib dan ahli bait Rasulullah Saw.

Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya memuliakan ahli bait sebagai bagian dari kecintaan kepada Rasulullah Saw.

“Kita muliakan dan kita cintai ahli bait sebagai cinderamata Nabi Muhammad Saw yang menyenangkan hati beliau,” ujar KH Mualim Ubaidil.

Mengutip tayangan TV Alwafa Tarim, ia menyampaikan para ahli bait diibaratkan sebagai “mutiara” dan “berlian” di alam semesta karena dianggap sebagai penjaga keberkahan di bumi.

Dalam tausiyahnya, ia juga mengutip penafsiran sebagian ahli makrifat yang memaknai “pertemuan dua laut” sebagai simbol pertemuan Sayidina Ali bin Abi Thalib dan Sayidatina Fatimah Az-Zahra. Dari pernikahan keduanya, lahir Sayidina Hasan dan Husein yang kemudian menjadi keturunan ahli bait.

“Dari dua mutiara itu lahir mutiara-mutiara lainnya yang tersebar di dunia, yakni keturunan Hasan dan Husein,” katanya.

Ia juga menyampaikan terdapat hamba-hamba pilihan Allah Swt yang apabila dipandang dengan pandangan hati akan membawa kebahagiaan dan keberkahan.

Menurutnya, majelis ilmu diibaratkan seperti lebah yang mengerumuni madu. Ia mencontohkan sosok Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus sebagai “madu” yang menjadi pusat keberkahan dalam majelis tersebut.

“Siapa yang dimaksud madu itu tidak lain adalah Al Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus,” ujarnya.

KH Mualim Ubaidil juga mengutip pandangan Sayidina Umar bin Abdurrahman Al-Attas yang menekankan pentingnya kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan seorang muslim.

Ia menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW menjadi jalan utama menuju kedekatan kepada Allah Swt.

Menurutnya, sebagaimana pandangan Ibnu Arabi, pintu menuju Allah Swt hanya dapat ditempuh melalui hati yang terhubung dengan Rasulullah Saw.

“Tidak ada pintu menuju Allah SWT kecuali bagi orang yang hatinya telah sampai kepada Nabi Muhammad Saw,” ucapnya.

Di akhir tausiyah, ia menyampaikan harapan agar keberkahan majelis tersebut dapat dirasakan oleh seluruh jamaah yang hadir, serta menjadi wasilah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui kecintaan kepada Rasulullah Saw.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....