Reset Hidup dengan Jeda dan Evaluasi Diri

  • 10 Apr 2026 04:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Memperbarui kualitas hidup bukanlah sebuah proses yang bisa dilakukan sekilas di tengah hiruk-pikuk rutinitas yang padat. Ibarat sebuah sistem komputer yang mulai melambat, manusia memerlukan ruang jeda yang disengaja untuk membersihkan sistem batin sebelum memasukkan program atau kebiasaan baru.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Ikhwan Saputera dari Kementerian Agama Kota Samarinda dalam siaran Mutiara Pagi RRI, pada Sabtu 4 April 2026. Menurutnya, tanpa adanya pemberhentian sementara dari rutinitas, upaya perbaikan diri sering kali gagal karena kebiasan lama yang kurang baik masih mendominasi ruang berpikir kita. Ia pun membagikan tips mereset hidup yang bisa dilakukan umat.

"Pertama itu berhenti sejenak dari rutinitas. Hentikan rutinitas yang mekanis. Beri ruang kosong untuk bernapas dan melihat gambaran besar daripada diri kita. Kemudian diagnostik atau evaluasi diri kita jujur pada diri sendiri tentang apa yang salah dievaluasi," kata Ustaz Ikhwan.

Setelah melakukan diagnosis, tahap selanjutnya yang sangat penting adalah takhalli, yaitu proses pembersihan atau pelepasan beban yang tidak perlu. Hal ini mencakup keberanian untuk menghapus konten-konten negatif dalam kebiasaan diri, menjauhi lingkungan yang toksik, hingga mengurangi durasi penggunaan media sosial yang sering kali menguras energi.

Langkah pembersihan batin ini mirip dengan konsep decluttering atau merapikan laci yang berantakan. Kita harus membuang hal-hal yang tidak lagi terpakai agar tersedia ruang untuk hal yang lebih bermanfaat.

"Kadang bukan hidup kita yang berat, tapi terlalu banyak yang kita bawa. Terlalu banyak hubungan yang toksik, ambisi yang berlebihan yang bukan milik kita, atau standar hidup orang lain yang kita paksa menjadi milik kita," ujarnya.

Menurutnya, kunci keberhasilan dalam meriset hidup terletak pada keistikamahan melakukan ibadah meskipun dimulai dari hal-hal kecil. Kita tidak perlu terlalu ambisius untuk langsung berubah secara drastis, seperti target membaca Al-Qur'an satu juz sehari jika belum terbiasa. Jauh lebih baik memulai dengan menyisihkan waktu 15 menit tanpa gangguan ponsel untuk refleksi diri atau membaca satu ayat setiap hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....