Haul Habib Sholeh: Tausiyah Habib Jindan bin Salim
- 08 Apr 2026 14:38 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tanggul - Habib Jindan bin Salim memulai dengan ucapan Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Rasulullah Muhammad bin Abdillah, beserta keluarga dan sahabat beliau. Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala karena hari ini kita berkumpul di tempat yang penuh berkah.
Semoga Allah meninggikan derajat beliau dan melimpahkan keberkahan kepada seluruh keluarga, anak-anak, cucu, dan menantu beliau.
Al Habib Sholeh bin Muhsin Al Hamid dianugerahi kehormatan oleh Allah SWT hingga beliau menjadi sosok yang dicintaiNya.
"Ketika Allah mencintai hamba-Nya, sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi, Dia mengatakan bahwa orang yang dicintai Allah bisa mendengar, melihat, menyentuh, dan berjalan bersama Allah, " ujar Habib Jindan bin Salim.
Permintaannya pasti dikabulkan dan dijaga dari segala mara bahaya oleh Allah Ta’ala.
Dilansir dari you tobe Tv Nabawi. Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa Allah tidak ragu dalam segala hal, termasuk mencabut nyawa hamba mukmin kesayanganNya yang tidak menginginkan kematian, tetapi harus meninggal dunia.
"Suatu ketika, ada seseorang yang meminta doa kepada Habib Ali agar menjadi hamba yang dicintai Allah, " ujar Habib Jindan.
Ketika ditanya apakah ia memahami makna doanya, dia menjawab bahwa ia ingin seperti anak yang dicintai ayahnya—meskipun berbuat salah, tetap mendapat kasih sayang dan ampunan. Begitulah ia ingin dirahmati dan diampuni oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala..
Allah memaafkan kesalahan hamba-hamba-Nya yang dicintai-Nya.
Dalam Al-Qur’an, ketika orang-orang Yahudi mengklaim sebagai anak dan kekasih Tuhan,
Allah menantang klaim itu dengan bertanya mengapa mereka disiksa jika benar mereka kekasihNya.
Ulama menjelaskan bahwa kekasih Allah tidak akan pernah disiksa; dosa mereka dimaafkan.
Dalam hadis shahih, ketika seorang mukmin diadili oleh Allah atas dosa-dosanya, Allah menutup sidang tersebut agar tidak disaksikan orang lain dan mengingatkan dosa-dosa kecilnya kemudian menggantinya dengan pahala.
Hamba itu lalu memohon agar dosa lainnya juga diubah menjadi pahala, menunjukkan betapa luas rahmat Allah.
Kasih sayang Allah terus berlangsung bahkan setelah hamba wafat. Oleh karena itu, marilah kita berusaha meraih cinta Allah.
Al Habib Sholeh memperoleh semua ini melalui ketakwaan, keimanan, keteguhan hati, dan istiqomahnya sehingga dikenal sebagai sosok yang doanya mustajab dan dimudahkan oleh Allah.
Dalam hadis disebutkan bahwa siapa pun yang taat kepada Allah maka permintaannya akan dipenuhi.
Bahkan terkadang orang yang tidak disukai manusia, yang dianggap remeh, tapi sebenarnya dicintai Allah, doanya cepat terkabul.
Mereka mungkin sederhana penampilan dan ditolak masyarakat, tetapi jika berbicara, apa yang diucapkan akan diwujudkan oleh Allah karena mereka adalah hamba yang dicintai-Nya.
Mari kita berusaha menjadi orang yang dicintai Allah karena mereka beruntung di dunia dan akhirat.
Habib Saleh juga dikenal memiliki hati yang bersih, tanpa dengki, benci, atau caci maki terhadap orang lain.
Doa dari Al Imam Syekh Habib Bakar bin Salim yang tekun beribadah ratusan tahun lalu adalah agar diberikan keturunan yang memiliki salamat sudur, yakni hati yang bersih.
Kebersihan hati inilah inti ilmu dan sumber segala ibadah serta nikmat dari Allah Ta’ala.
Jagalah hati kita dengan tidak mendengki, membenci, atau menyakiti sesama.
Dalam hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda bahwa orang yang mendapat nikmat hendaknya bersyukur, yang diuji bersabar, yang dizalimi memaafkan, dan yang berbuat dosa segera bertaubat.
Orang dengan sifat-sifat seperti ini akan mendapatkan keamanan dan petunjuk dari Allah Ta’ala dalam hidupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....