Makna Rezeki lebih dari Sekedar Materi
- 04 Apr 2026 06:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Banyak manusia yang terjebak pada pemikiran rezeki hanya sebatas pada kepemilikan materi atau harta. Padahal, rezeki yang diberikan Allah mencakup hal-hal yang sangat luas dan meliputi segala bentuk kebaikan yang hadir dalam kehidupan manusia.
Hal ini disampaikan oleh Ustaz Bahtiar Fahrudin dari Majelis Ulama Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (MUI Kaltim), dalam siaran Mutiara Pagi pada Kamis, 2 April 2026. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam pemikiran yang sempit tersebut.
"Jadi Allah memberikan rezeki kepada kita ini konteksnya sangat luas sekali. termasuk salah satu tadi, sehat itu adalah rezeki yang diberikan oleh Allah," kata Ustaz Bahtiar.
Memahami makna rezeki secara luas adalah kunci untuk menjaga rasa syukur. Ustaz Bahtiar menjelaskan bahwa setiap aspek kenyamanan hidup, seperti memiliki suami atau istri yang saleh serta anak-anak yang taat, adalah bentuk nyata dari kemurahan dan rezeki dari Allah.
"Nah, jangan sampai kemudian ketika kita memahami makna rezeki yang sempit itu akhirnya apa? Kita mengurangi rasa kesyukuran kita kepada Allah Subhanahu wa taala. Mengurangi rasa syukur saja itu sudah sedikit menjadikan apa yang diberikan oleh Allah ini selalu kurang. Kalau selalu kurang di situ sudah keberkahan itu mulai dikurangi oleh Allah," ujarnya.
Seseorang mungkin memiliki gaji yang sangat besar, namun jika ia tidak diberikan nikmat kesehatan, maka sebagian besar penghasilannya justru habis terserap untuk biaya pengobatan. Dalam kondisi tersebut, uang yang banyak tidak lagi bisa dinikmati dalam bentuk kebahagiaan lain karena harus dialokasikan secara paksa untuk memulihkan fisik yang sakit.
Ustaz Bahtiar juga menekankan pentingnya keikhlasan agar ujian sakit yang datang tidak sia-sia. Secara lahiriah sakit bisa mengurangi rezeki karena adanya biaya yang keluar, namun secara batiniah sakit ini bisa menjadi penggugur dosa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....