Cara agar Salat Tetap Khusyuk di tengah Kesibukan Dunia

  • 02 Apr 2026 06:44 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Di tengah kesibukan dan padatnya tuntutan pekerjaan, menjaga kualitas ibadah salat sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi seorang Muslim. Gangguan pikiran tentang pekerjaan hingga notifikasi ponsel sering membuyarkan fokus saat menghadap Sang Pencipta.

Ustaz Rahmad dari Dana Peduli Umat (DPU) Kalimantan Timur mengatakan khusyuk adalah kunci utama diterimanya ibadah sekaligus menjadi cermin kualitas keimanan seseorang. Hal tersebut disampaikannya dalam siaran Mutiara Pagi RRI Senin 23 Maret 2026.

"Khusyuk dalam salat itu menjadi salah satu kunci diterimanya ibadah kita ya. Dan menjadi tanda bahwa kualitas keimanan seseorang muslim itu melalui dengan dan khusyuk dengan salatnya. Dan khusyuk ini bagian dari ciri orang yang beriman," kata Ustaz Rahmad.

Langkah pertama untuk meraih kekhusyukan dalam salat dimulai dari kesiapan diri sebelum takbiratulihram. Ustaz Rahmad menyarankan agar setiap individu membangun kesadaran penuh terhadap setiap ayat dan zikir yang dilafalkan.

"Dengan kita meyakini bahwa yang kita baca secara sadar adalah bacaan-bacaan yang memang kita sadar mengeluarkan bacaan itu ya. Jadi kalau misalnya kita lebih bagus lagi kalau kita bisa tahu artinya ya. Karena kalau kita bisa tahu artinya atau membacanya dengan penuh menghayati itu biasanya kita lebih khusyuk," ujarnya.

Kedisiplinan waktu juga memegang peranan penting. Datang lebih awal untuk melaksanakan salat, menjaga wudu dengan sempurna, dan menunaikan salat sunah dua rakaat sebelum salat fardu dapat membantu ketenangan jiwa dari padatnya dunia menuju kekhusyukan ibadah. Gangguan teknologi, terutama ponsel, disebut sebagai hambatan nyata yang sering kali sulit dihindari.

Ustaz Rahmad mengingatkan agar segala urusan duniawi, termasuk perangkat elektronik, sementara waktu ditepis dan dijauhkan dari jangkauan pikiran sebelum memulai niat.

"Kita berupaya menjauhkan berbagai hal yang bisa membuat kita itu jadi kepikiran ya sebelum kita salat ya. Seperti ponsel tadi mungkin bisa di-silent dulu atau dipindah dulu tidak dibawa dan sebagainya. Itu juga bisa kita lakukan supaya salat kita benar-benar bisa khusyuk," katanya.

Pentingnya kekhusyukan ini berkaitan erat dengan pahala yang diterima. Ustaz Rahmad juga menjelaskan bahwa nilai salat seseorang bisa saja hanya tertulis setengah, sepertiga, hingga sepersepuluh bagian, tergantung pada tingkat konsentrasinya. Semakin lalai seseorang mengingat Allah di dalam salatnya, semakin berkurang pula pahala yang dapat diraih dari ibadah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....