Nasehat Nabib Ali AlHabsy oleh Ustadz Muhammad AlHabsyi
- 01 Apr 2026 10:48 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Solo - Habib Muhammad memulai nasihatnya dengan bersyukur dan bershalawat kepada Rasulullah SAW, dan melanjutkan tausiyahnya dengan menyampaikan nasehat Habib Ali AlHabsy kakek beliau yang merupakan ulama dan waliyullah.
Dilansir dari you tobe Ustadz Muhammad AlHabsyi. Nasehat Nabib Ali AlHabsy mengatakan Waktu salat kita adalah waktu yang berharga. Gunakan waktu salat kita untuk kita betul-betul menghambakan diri kepada Allah Subhanahu wa taala. Karena ibarat kata kalau waktu salat ini 1 hari katakanlah 30 menit adalah penentu 24 jam kita.
“Kalau 24 jam 30 menitnya ini bagus, 24 jam kita bagus insyaallah kalau 30 menitnya ini tidak beres, berarti 24 jam enggak ada yang beres, “ ujar Habib Muhammad.
Kalau ada orang zaman sekarang bilang kenapa saya sering sumpek, sering gelisah tanpa sebab, tanyakanlah salatnya bagaimana?.
Orang yang kalau 30 menitnya ini tidak bisa dia tenang di situ, dia 24 jamnya susah untuk bisa tenang.
Tapi kalau 30 menit bisa hudur, khusyuk, tenang, maka insyaallah 24 jamnya juga akan dibuat tenang oleh Allah Subhanahu wa taala.
Karena setiap orang selesai mengerjakan salat, salatnya ini bicara sama dia.
Salatnya akan berkata kalau salatnya bagus, semoga Allah jaga kamu seperti kamu jaga aku.
Tapi kalau salatnya seenaknya sendiri, salatnya juga doakan. Semoga Allah menyia-nyiakan kamu seperti kamu menyanyiakan aku.
"Oleh karena itu, mulai nanti kita salat dengan sebaik-baiknya. Usahakan kita salat berjamaah ada di masjid, " ujar Habib.
Kemudian juga Habib Ali menasehati kita tentang urusan kehidupan yang memporak-perandakan diri kita. Penyebabnya dua hal, kurang rasa percaya pada Allah. dan menganggap rezeki kalau semakin capek semakin dapat.
Kemudian yang kedua tidak ada rasa syukur terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa taala.
" Enggak pernah mensyukuri semua yang Allah berikan kepada dia, maka apapun kerjaannya hidupnya akan porak-poranda cinta pada dunia adalah pangkal daripada segala kesalahan, ambisi terhadap dunia, " ujar Habib.
Beliau juga mengatakan Allah Taala menghilangkan nikmat-nikmatnya waktu ibadah karena kita ambisi terhadap dunia.
Dan ambisi terhadap dunia menjadikan kita terpisah daripada mengikuti jalan hidupnya salaf . kita terlalu mengagung-agungkan dunia sehingga kita tidak mengikuti jalan hidup mereka.
Beliau kemudian menasihat kepada kita sekarang sudah usia berapa? Coba wiridan kita seperti apa?
Habib Abdullah bin Ala Haddad, beliau wiridnya saat kecil dipagi hari setelah beliau keluar dari Ulmah tempat belajar, beliau salat sunah di masjid-masjid Tarim 200 rakaat. Kata Habib Ali.
Abdullah Haddad saat kecilnya sudah demikian gimana ketika dewasanya?"
Kita ini sekarang wiridnya apa?, baca Quran sehari berapa kali?, salat sunah kita sehari berapa kali?. Kemudian zikir-zikiran kita sehari berapa kali?, ada enggak amal saleh yang kita lakukan setiap harinya.
Karena anak itu akan lihat orang tuanya. Karena anak itu belajar dari yang dilihat, bukan belajar dari apa yang dia dengar.
Mau yang dia dengar macam-macam kebaikan, tapi yang dia lihat itu bukan kebaikan. Yang ditiru adalah sebagaimana apa yang dia dia lihat.
Al Habib mengajak kita semua , "Mari kita jadi orang yang istikamah biar anak-anak kita pun juga akan meniru daripada keteladanan kita semuanya".
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....