Cinta Sejati Rasulullah SAW untuk Sayyidah Khodijah

  • 31 Mar 2026 14:14 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Mekkah - Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bukan hanya dikenal sebagai pemimpin umat dan Rasul terakhir, tetapi juga sebagai sosok yang sangat romantis dan penuh cinta, tidak hanya kepada istri-istrinya yang masih hidup, tetapi juga kepada istri beliau yang telah meninggal dunia, yaitu Sayyidatina Khadijah Al-Kubro RA.

Dilansir dari you tobe Habib Muhammad Al Habsy. Di zaman sekarang, banyak anak muda yang sering membaca cerita cinta atau menonton film percintaan yang kadang membuat salah paham tentang makna cinta sehidup semati.

Banyak yang beranggapan bahwa cinta sejati berarti kalau suami meninggal, istrinya juga harus ikut meninggal, atau sebaliknya. Padahal, makna cinta sehidup semati yang sebenarnya adalah ketika salah satu pasangan telah wafat, pasangan yang masih hidup senantiasa mengenang kebaikan, menceritakan amal shalihnya, dan selalu mendoakan untuknya.

Teladan dari Nabi Muhammad SAW dalam mencintai Sayyidatina Khadijah adalah contoh paling nyata. Meskipun beliau telah menikah dengan istri-istri lain setelah Khadijah wafat, cinta dan penghargaan beliau kepada Khadijah tidak pernah pudar.

Bahkan, beliau sering menceritakan kebaikan dan keimanan Khadijah kepada para sahabatnya. Suatu ketika, Nabi Muhammad menyembelih hewan dan daging terbaiknya beliau berikan kepada teman-teman Khadijah sebagai penghormatan terhadap almarhumah istri tercintanya.

Hal ini berbeda jauh dengan kebiasaan sebagian orang zaman sekarang yang ketika pisah dengan pasangan, kemudian menikah dengan yang baru, malah melupakan dan menjelek-jelekkan yang lama. Bahkan, ada yang sama sekali tidak pernah menceritakan kebaikan mantan pasangannya. Perilaku seperti ini jelas bertentangan dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Ada satu kisah yang mengungkap betapa dalamnya cinta Nabi Muhammad kepada Khadijah. Ketika Halah binti Khuwailid, saudari Khadijah, datang berkunjung, Nabi menunjukkan ekspresi bahagia yang jarang terlihat kecuali saat turunnya wahyu.

Sayyidatina Aisyah, istri Nabi, merasa cemburu karena belum pernah melihat ekspresi itu sebelumnya. Nabi pun berkata bahwa Allah tidak memberinya pengganti yang lebih baik dari Khadijah.

Beliau mengingat bagaimana Khadijah beriman kepadanya saat orang-orang mengingkarinya, membenarkan beliau ketika banyak yang mendustakannya, dan memberikan hartanya saat orang lain menahan harta dari beliau. Dari Khadijah, beliau juga mendapatkan rezeki berupa anak yang tidak beliau dapatkan dari istri yang lain.

Demikianlah wanita mulia, Sayyidatina Khadijah Al-Kubro RA, wanita luar biasa yang menjadi teladan cinta sejati bagi kita semua. Cinta Rasulullah kepada beliau mengajarkan bahwa cinta sejati adalah mengenang kebaikan, mendoakan, dan menghormati pasangan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.

Semoga kita bisa mencontoh kasih sayang dan kesetiaan Nabi Muhammad SAW dalam menjalani kehidupan berumah tangga dan mencintai pasangan kita dengan tulus dan penuh penghargaan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....