Kemarau Panjang 2026 Dipicu Dinamika Iklim Global Terkini
- 30 Mar 2026 07:47 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Balikpapan - Badan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air, hingga risiko kebakaran hutan dan lahan.
Kepala BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan bahwa pergeseran musim tersebut tidak terlepas dari dinamika iklim global yang sedang terjadi. Salah satu faktor utama adalah berakhirnya fenomena La Nina lemah pada Februari 2026 yang selama ini berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah.
“Perubahan pola musim tahun ini dipengaruhi oleh berakhirnya La Nina lemah, sehingga distribusi curah hujan mulai berkurang dan musim kemarau berpotensi datang lebih cepat,” ujar Djoko Sabtu 28 Maret 2026.
Berdasarkan data BMKG, kondisi iklim saat ini menunjukkan indeks ENSO berada pada fase netral dengan angka minus 0,28. Fase ini diperkirakan akan bertahan hingga Juni 2026, yang menandakan belum adanya dominasi kuat antara La Nina maupun El Nino dalam sistem iklim global.
Meski demikian, BMKG memproyeksikan adanya potensi perubahan signifikan pada pertengahan tahun. Peluang munculnya fenomena El Nino dengan kategori lemah hingga moderat diperkirakan mencapai 50 hingga 60 persen, yang dapat memperkuat kondisi kering di berbagai wilayah Indonesia.
“Jika El Nino mulai berkembang pada pertengahan tahun, maka durasi musim kemarau bisa menjadi lebih panjang dari biasanya, khususnya di wilayah Kalimantan dan sebagian besar Indonesia bagian selatan,” katanya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama dalam pengelolaan sumber daya air dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Koordinasi lintas sektor dinilai penting guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan akibat musim kemarau yang lebih ekstrem tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....