Haul Datu Kalampayan, Ulama Besar Penyebar Islam Banjar

  • 26 Mar 2026 08:56 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Peringatan haul ulama besar Banjar, Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari yang dikenal sebagai Datu Kalampayan, digelar dengan penuh khidmat. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan basmalah oleh KH Saifuddin Zuhri.

Dalam tausiyah yang disampaikan, diungkapkan bahwa perjalanan hidup Datu Kalampayan tidak terlepas dari sejarah perkembangan Islam di Tanah Banjar. Sebelum kelahirannya, Islam telah masuk ke wilayah Banjar, namun penyebarannya belum merata dan penerapan syariat belum sempurna.

Penyempurnaan ajaran Islam di wilayah tersebut kemudian dilakukan oleh Datu Kalampayan. Pada masa itu, kerajaan Banjar masih dipengaruhi ajaran Hindu, sebelum akhirnya mengalami peralihan menuju Islam.

Perkembangan Islam di Banjar semakin pesat pada masa pemerintahan Sultan Tahmidullah yang memberikan dukungan penuh terhadap dakwah dan pendidikan Islam. Sultan juga membiayai Datu Kalampayan untuk menuntut ilmu di Makkah.

Sepulang dari Makkah, Datu Kalampayan diminta menulis kitab fikih mazhab Syafi’i yang kemudian dikenal dengan Sabilal Muhtadin, yang hingga kini menjadi rujukan penting dalam kajian keislaman.

Datu Kalampayan wafat pada Syawal 1227 Hijriah atau 1812 Masehi. Selain dikenal sebagai ulama besar, ia juga memiliki pandangan luas terkait pendidikan. Menurutnya, ulama tidak hanya harus menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu pengetahuan umum seperti falak, mantik, matematika, faraid, hingga pertanian.

Ia juga berperan dalam pembentukan lembaga peradilan syariah yang menjadi cikal bakal Pengadilan Agama di Indonesia saat ini.

Selama menuntut ilmu di Makkah, Datu Kalampayan belajar kepada sejumlah ulama besar, di antaranya Syekh Athaillah. Bahkan, ia sempat aktif mengajar dan memberikan fatwa di Masjidil Haram.

Diketahui pula, sahabat seperjuangan beliau dalam menuntut ilmu di Makkah antara lain Syekh Abdul Samad al-Palembani, Abdul Wahab Bugis, serta Abdurrahman al-Misri. Mereka dikenal sebagai empat serangkai ulama Nusantara yang berkomitmen memperdalam ilmu hingga ke Mesir sebelum kembali ke tanah air.

Peringatan haul ini menjadi momentum untuk meneladani perjuangan dan pemikiran Datu Kalampayan dalam mengembangkan Islam yang tidak hanya berlandaskan ilmu agama, tetapi juga keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....