Menjaga Istiqomah usai Ramadan, Tantangan di Bulan Syawal
- 26 Mar 2026 08:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Istiqomah menjadi salah satu kunci dalam menjaga keimanan seseorang, terutama bagi umat muslim. Hal ini disampaikan anggota Muharrik Dakwah Samarinda, Ustaz Abdy Rahman kepada RRI. Ia menegaskan keistiqomahan bukan hanya konsep, tetapi usaha berkelanjutan untuk mempertahankan kualitas ibadah, katanya.
Dalam program Tauladan (Tanya Ustad di Bulan Ramadan) yang disiarkan langsung dari RRI Pro 2 Samarinda, ia mengajak pendengar untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang muncul setelah Ramadan berakhir.
Menurutnya, penting untuk memahami situasi yang akan dihadapi agar umat muslim tetap dapat menjaga konsistensi ibadah. Ia menjelaskan, bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya membawa dinamika yang berbeda dibandingkan Ramadan.
| Baca juga: Menekankan Prinsip Istikamah dalam Islam |
“Kalau misalnya di bulan Ramadan ini semuanya berpuasa, nanti di bulan berikutnya ada yang tetap berpuasa juga, ada yang tidak. Tentu tantangannya juga mungkin lebih dahsyat,” ucapnya.
Perbedaan ritme ibadah ini, menurut dia, dapat memengaruhi semangat seseorang dalam mempertahankan keimanan. Salah satu tantangan terbesar adalah kesibukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari pekerjaan, sekolah, hingga berdagang, semua rutinitas tersebut dapat membuat perhatian dan waktu seseorang teralihkan dari ibadah.
“Ini menjadi salah satu tantangan atau ujian kita. Apakah kita akan tetap menjaga keistiqomahan kita,” katanya, dikutip Kamis 26 Maret 2026.
Ia kemudian menyoroti faktor lingkungan sebagai tantangan berikutnya. Lingkungan tempat tinggal, teman bergaul, dan suasana sekitar dapat membentuk kebiasaan seseorang. Bila lingkungan tidak mendukung, maka semangat beribadah bisa perlahan menurun.
“Di sinilah menjadi tantangan bagi kita bagaimana kita bisa menjadi lilin atau menjadi seseorang yang berpegang teguh pada keistiqomahan untuk menjalankan amal ibadah,” ujarnya.
Selain itu, hilangnya nuansa kebersamaan dalam ibadah setelah Ramadan menjadi tantangan tersendiri. Ramadan identik dengan semangat berburu takjil, buka puasa bersama, hingga shalat sunah tarawih yang dilakukan berjamaah. Ketika memasuki bulan berikutnya, aktivitas tersebut berkurang dan ibadah kembali dijalankan secara individual.
“Di sini sebenarnya sangat bersemangat sekali untuk menjalankan ibadah karena bersama-sama,” katanya.
Ustaz Abdy Rahman mengingatkan menjaga semangat ibadah di luar Ramadan membutuhkan komitmen pribadi. Meski suasana kebersamaan tidak seintens Ramadan, umat muslim tetap dianjurkan untuk melanjutkan amalan-amalan sunah. Ia berharap para pendengar dapat terus berupaya mempertahankan keistiqomahan agar nilai ibadah yang telah dilatih selama Ramadan tidak memudar begitu saja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....