Ziarah usai Lebaran: Tradisi atau Tren Sosial?

  • 25 Mar 2026 14:21 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Ziarah makam menjadi salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia usai Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan mengunjungi makam keluarga atau kerabat untuk mendoakan mereka yang telah berpulang. Selain sebagai bentuk penghormatan, ziarah juga menjadi momen refleksi diri bagi banyak orang setelah menjalani bulan suci Ramadan.

Di berbagai daerah, aktivitas ziarah bahkan dilakukan secara serentak dalam beberapa hari setelah Lebaran. Keluarga datang bersama, membersihkan makam, menabur bunga, hingga memanjatkan doa. Suasana khidmat dan kebersamaan menjadi ciri khas yang memperkuat nilai-nilai kekeluargaan dan spiritual dalam tradisi ini seperti dilansir dari antara.com.

Namun, seiring perkembangan teknologi dan media sosial, ziarah makam juga mulai mengalami pergeseran makna. Tidak sedikit masyarakat yang mengabadikan momen tersebut dalam bentuk foto atau video untuk dibagikan di platform digital. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, apakah ziarah masih murni sebagai tradisi atau telah menjadi bagian dari tren konten di media sosial.

Fenomena ini menimbulkan beragam pandangan. Sebagian menilai membagikan momen ziarah sebagai hal yang wajar, selama tetap menjaga etika dan tidak mengurangi kekhusyukan. Di sisi lain, ada pula yang menganggap bahwa aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan secara pribadi tanpa perlu dipublikasikan, agar makna spiritualnya tetap terjaga.

Pada akhirnya, ziarah makam usai Lebaran tetaplah sebuah tradisi yang sarat makna. Terlepas dari bagaimana seseorang memilih untuk mengekspresikannya, yang terpenting adalah niat dan tujuan utama, yakni mendoakan serta mengenang orang-orang terkasih yang telah tiada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....