Biografi Kyai Haji Mahmud Hasil bin Muhammad Hasil
- 25 Mar 2026 07:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Palangkaraya - Kyai Haji Mahmud hasil adalah salah satu Ulama di Palangkaraya. Beliau lahir di Banjarmasin pada tahun 1946 Masehi beliau putra dari almarhum Muhammad hasil yang aslinya berasal dari Bangkalan Madura Jawa Timur.
Dilansir dari you tobe Umi Aini. Silsilah beliau adalah Kyai Haji Mahmud hasil bin Muhammad hasil bin Muhammad wasit bin Maksum bin marfu'ad bin Kyai Hasbullah bin Ibrahim dari neneknya Kyai Khalil Bangkalan yang mana ketika ditarik ke atas sanadnya sampai ke Sayyid Sulaiman Agung yaitu cucu dari Sunan Gunung Jati yang bernama Syarif Hidayatullah.
Alasan ayah beliau pindah ke Banjarmasin karena melihat banyak ulama yang lahir dari Kalimantan Selatan pada zaman itu yang berasal dari Pondok Pesantren Darussalam Martapura dan salah satu pesantren tertua di Kalimantan.
Dengan alasan itulah Ayah beliau hijrah ke Kalimantan Selatan untuk menyekolahkan anak-anaknya ke pondok tersebut.
Kyai Haji Mahmud hasil setelah sempat Sekolah Dasar di Teluk Tiram 2 tahun. Pindah ke Pondok Pesantren Darussalam pada tahun 1962 dan selesai pada tahun 1973 .
Pada tahun tersebut guru-guru di pondok pesantren Darussalam sangat terkenal dengan kealiman dan istiqomahannya.
Setelah selesai mondok di pesantren Darussalam Martapura Kyai Haji Mahmud hasil melanjutkan mempelajari ilmu-ilmu agama dari banyak guru yang ada di Martapura maupun luar Martapura beliau terkenal dengan murid yang rajin menuntut ilmu agama dan dari pernyataan beliau ketika di majelisnya
"Aku sangat cinta dengan ilmu agama makanya aku cangkal atau rajin dalam belajar, " lebih dari 50 guru beliau dari berbagai macam bidang ilmu agama, salah satu ilmu yang beliau pelajari yaitu ilmu hakikat ilmu tasawuf muhakikin Nur Muhammad.
Manusia pada hakekatnya daripada Nur Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam ilmu tersebut dia mendapatkan dari guru beliau yang bernama Tuan Guru Haji Abdul syukur Teluk Tiram Banjarmasin pada tahun 1965 Masehi dan dilanjutkan berguru kepada Tuan Guru Haji Anang Ramli bati – bati.
Adapun sanad keilmuan beliau dari ilmu tasawuf muhakikin dari guru beliau Mualim Haji Abdul syukur teluk tiram Banjarmasin dari gurunya Muhammad Ibnu Amin Al qutubi almaki dari gurunya Syekh Sayyid Husein Aidit dari gurunya Said Idrus Umar bin Idrus Al Habsyi dari pamannya Muhammad bin Idrus Al Habsy.
Dari gurunya Al alamah Syekh Abdul Baki bin Muhammad Saleh al-madani dari gurunya Al Arif Billah Sayyid Muhammad Abdul Karim Al Madani atau Syekh Seman Al Madani beliau hijrah Palangkaraya pada tahun 1990 masehi perjalanan beliau sempat pindah ke Banjarmasin selama 2 tahun dan ke Batulicin selama 2 tahun setelah 4 tahun di sana beliau kembali diminta untuk mengajarkan ilmu-ilmu agama khususnya ilmu hakikat ke Palangkaraya.
Adapun alasan beliau diminta kembali ke Palangkaraya adalah karena orang melihat murid-murid beliau yang meninggal jasadnya utuh dan bercahaya dan dari saat itulah pada tahun 2004 hingga berpulang ke rahmatullah beliau tinggal di Palangkaraya dan mendirikan majelis yang bernama ubudiyah, Taman Pendidikan Qur'an ubudiyah dan pondok pesantren Sunan Jati.
Karomah beliau sangatlah banyak yang dirasakan oleh murid-muridnya. Karomah terbesar yaitu beliau mengarang empat kitab yang bernama kitab simpanan berharga, kitab serantang saruntung, kitab wajah sampai kaputing dan kitab kayuh beimbai.
Kitab ini berisi ilmu syariat ilmu makrifat hakikat dan amalan-amalan shalawat serta kisah-kisah nabi, para sahabat. Selain itu Pengakuan dari guru Saifudin Zuhri bahwa beliau adalah seorang wali Allah dan pengakuan dari Sayyid Profesor Doktor Muhammad Fadil Alzailani Al Hasani yang berasal dari Desa wilayah sebelah timur Turki dia mengatakan bahwa guru Kyai Haji Muhammad hasil adalah Wali Yang saleh.
Dan banyak lagi yang dirasakan oleh murid-muridnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga kita semua Istiqomah belajar menuntut ilmu agama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....