Idulfitri Memperkuat Persatuan Bangsa
- 24 Mar 2026 07:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Idulfitri menjadi momen penting bagi umat Islam untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Setelah menunaikan ibadah puasa selama sebulan penuh, umat Islam merayakan kemenangan dengan saling memaafkan melalui tradisi halal bi halal. Tradisi yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menjadi cara untuk menghapus kesalahpahaman yang mungkin terjadi selama setahun terakhir.
Setelah 79 tahun merdeka, persatuan menjadi faktor utama yang membuat bangsa ini tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan dan konflik. Meskipun sering terjadi perbedaan dan konflik sosial, Indonesia mampu menjaga kebersamaan, menunjukkan semangat persatuan bangsa ini kuat dan tahan uji.
Sejarah mencatat, bangsa yang lalai menjaga persatuan berisiko mengalami kehancuran, seperti yang terjadi ada Uni Sovyet dan beberapa negara Skandinavia. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa persatuan adalag modal utama dan kemajuan bangsa.
Kepada RRI, Ustaz KH. M. Khozin mengatakan, menjaga persatuan menjadi tanggung jawab setiap warga negara. “ Kita harus saling menghormati perbedaan, bekerja sama, dan berkontribusi membangun bangsa yang lebih maju.Tanpa persatuan, keragaman yang menjadi kekayaan bangsa justru bisa menjadi sumber perpecahan,“ kata Ustaz Khozin.
Islam juga sangat menekankan persatuan dan kesatuan umat sangat ditekankan. Allah Swt berfirman dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 103, “Berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali Allah, janganlah bercerai berai.”
Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah menjelaskan, ayat ini menekankan pentingnya menjaga persatuan demi meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Sebaliknya, perpecahan membawa kesengsaraan dan kehinaan, sedangkan persatuan mendatangkan kekuatan dan keberuntungan.
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid menjelaskan perpecahan dapat muncul dari permusuhan, perbedaan pendapat, atau kesombongan. Akibatnya sangat serius, baik di dunia maupun di akhirat. Mereka yang menjaga persatuan akan memperoleh wajah berseri dan lembar amal yang bersih, sementara mereka yang berpecah belah akan menghadapi kehancuran.
Nabi Muhammad saw juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antar sesama. Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, disebutkan bahwa memutus silaturahmi adalah perbuatan yang dilarang. Nabi menganjurkan umatnya saling menjaga hubungan, tidak saling mencela, dan memaafkan, sehingga tercipta persaudaraan yang kokoh.
“ Mari bersama menjadikan bulan Syawal ini sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan bersatu, saling menghormati, dan meneguhkan silaturahmi, kita dapat membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera untuk seluruh rakyat, “ ucap Ustaz Khozin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....