Sahur On The Road ITS Kembali Meriahkan Ramadan di Samarinda

  • 05 Mar 2026 14:20 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Relawan Info Taruna Samarinda (ITS) akan kembali menggelar kegiatan Sahur On The Road (SOTR) 2026 di Eks Bandara Temindung, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, pada Sabtu, 7 Maret 2026 mulai pukul 20.00 Wita.

Ketua ITS, Joko Iswanto, mengatakan pihaknya menargetkan 2.000 nasi kotak beserta air mineral untuk dibagikan kepada masyarakat. "Nanti kita keliling membagikan makanan itu ke pos-pos polisi, pos pemadam kebakaran, pos ronda, tukang-tukang sapu, petugas DLH yang memungut sampah di TPS-TPS itu juga kita kasih," kata pria yang akrab disapa Jokis, kepada rri.co.id.

Setelah kegiatan berbagi selesai, para relawan akan kembali ke lokasi kegiatan untuk melaksanakan sahur bersama. Tidak hanya berbagi makanan sahur, Jokis mengungkapkan, kegiatan Sahur On The Road juga dirangkai dengan berbagai agenda menarik lainnya seperti bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Jokis, setiap kegiatan Sahur On The Road ITS, ia selalu berusaha menggandeng pelaku UMKM di Samarinda. Hal itu dilakukannya dengan harapan roda perekonomian UMKM lokal dapat terus berputar.

Selain bazar UMKM, di lokasi acara juga akan disediakan layanan cek kesehatan gratis (CKG) yang bisa dimanfaatkan siapa saja. "Kita kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda. Tentunya cek kesehatan ini terbatas, mungkin targetnya 100 atau 150 orang," ucap Jokis.

Sejumlah pertunjukan seni turut memeriahkan kegiatan tersebut. Mulai dari musik sape, tarian khas Kalimantan Timur, penampilan Reog Ponorogo, kuda lumping, dan jathilan. Panitia juga menyiapkan pemutaran film religi untuk pengunjung.

Bahkan, ada pula edukasi keselamatan berkendara (safety riding) dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Samarinda. "Masyarakat nanti bisa mencoba jalur trek khusus yang disiapkan Satlantas, bagaimana berkendara dengan baik dan benar,” ujar Jokis.

Sahur On The Road merupakan kegiatan komunitas ITS yang rutin digelar sejak tahun 2017. Jokis menuturkan, niatnya saat itu adalah ingin menghadirkan kegiatan sahur yang lebih positif.

Sebab, menurutnya dulu istilah "sahur on the road" memiliki stigma yang kurang baik oleh sebagian masyarakat lantaran identik dengan konvoi kendaraan yang ugal-ugalan di jalan, membunyikan klakson, hingga iringan musik keras saat berkeliling kota pada waktu sahur.

"Makanya saya ingin mengadopsi bagaimana supaya sahur on the road itu menjadi kegiatan religi, siar agama yang tepat sasaran, enak dipandang dan enak didengar. Kita mulailah dari skala kecil," kata Jokis.

Pada awal pelaksanaannya, kegiatan ini hanya diikuti sekitar 200 orang. Namun seiring waktu, jumlah peserta terus bertambah hingga ribuan orang. Kegiatan yang awalnya hanya berbagi dan makan sahur bersama, lambat laun pun mulai lebih bervariasi memasuki tahun 2020.

"Di tahun 2020 ke atas kita coba kolaborasikan dengan kesenian juga lomba-lomba tradisional seperti egrang, gasing. Bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar)," ucap Jokis.

Ia berharap, Sahur On The Road dapat menjadi wadah mempererat kebersamaan antarwarga di Kota Tepian sekaligus mendukung pelaku UMKM lokal agar semakin berkembang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....