'Carpe Diem Day' Semangat Memetik Hari dan Kesadaran Kesehatan Mental

  • 26 Feb 2026 07:10 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Dunia memperingati Carpe Diem Day setiap tanggal 26 Februari sebagai momentum untuk menghargai setiap detik kehidupan. Hari ini didirikan oleh jurnalis Yvette Francino untuk mengenang Craig Dunham, seorang warga Amerika Serikat yang wafat pada 2010 setelah berjuang melawan penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS).

Peringatan ini bermula dari dedikasi Francino untuk menghormati semangat hidup Dunham yang tetap produktif meskipun didiagnosis penyakit saraf motorik yang progresif pada 2008. Misi utama dari gerakan ini adalah mengalihkan fokus dari beban penyakit kronis menuju pemberdayaan individu untuk memaksimalkan setiap momen kehidupan mereka.

Secara etimologi, frasa 'Carpe Diem' berakar dari karya penyair Romawi, Quintus Horatius Flaccus atau Horace, dalam buku Odes sekitar tahun 23 SM. Berdasarkan analisis literatur dari Oxford Classical Texts, ungkapan lengkapnya adalah "Carpe diem, quam minimum credula postero" yang berarti petiklah hari ini dan percayalah sesedikit mungkin pada hari esok.

Makna filosofis tersebut bukan sekadar ajakan untuk bersenang-senang tanpa tanggung jawab, melainkan sebuah peringatan mendalam tentang keterbatasan waktu manusia. Pesan klasik ini kemudian bertransformasi menjadi gerakan modern yang selaras dengan temuan riset kesehatan mental global mengenai pentingnya kesadaran saat ini.

Laporan riset psikologi tahun 2021 dari National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat menunjukkan bahwa praktik hidup di masa sekarang atau mindfulness terbukti secara klinis. Aktivitas ini mampu menurunkan tingkat kortisol atau hormon stres dan meningkatkan kesejahteraan mental seseorang secara signifikan.

Selain aspek psikologis, Carpe Diem Day juga menjadi instrumen advokasi bagi komunitas pendukung pasien ALS secara internasional. Lembaga seperti ALS Association menggunakan momentum ini untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap penyakit saraf yang hingga kini masih membutuhkan perhatian medis serius.

Meskipun terdapat beberapa peringatan serupa seperti 'Seize the Day Day' di bulan yang berbeda, tanggal 26 Februari memiliki nilai historis yang spesifik. Berdasarkan keterangan narasumber primer Yvette Francino, tanggal ini secara eksklusif dikaitkan dengan penghormatan terhadap perjuangan Craig Dunham.

Carpe Diem Day, merupakan perpaduan antara literatur klasik dan validasi medis modern tentang pentingnya menjaga kesehatan mental. Peringatan ini mengajak masyarakat dunia untuk tidak hanya merayakan kehidupan, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi mereka yang tengah berjuang melawan penyakit terminal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....