Generasi Muda Jadi Kunci Keberlanjutan Bank Sampah di Samarinda
- 20 Feb 2026 14:37 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda — Peran generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program bank sampah di Kota Samarinda. Kreativitas, penguasaan media sosial, serta semangat kolaborasi menjadi modal utama anak muda dalam menggerakkan kampanye peduli lingkungan.
Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Unmul), Arnold Serero Gultom, menegaskan generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton. “Generasi muda memiliki antusiasme dan kreativitas yang besar. Jangan hanya jadi penonton, tetapi jadilah pelaku yang langsung terjun dari hal-hal kecil,” ujar Arnold kepada RRI, dalam dialog interaktif Green Radio Pro1 Samarinda, dikutip Jumat 20 Februari 2026.
Ia menambahkan, kekuatan media sosial yang dikuasai anak muda dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan kampanye pengelolaan sampah. “Penguasaan media sosial ada di tangan generasi muda. Ini bisa menjadi alat untuk mengedukasi dan mengajak lebih banyak orang peduli lingkungan,” ucapnya.
Dalam sesi dialog, sejumlah warga Samarinda juga menyampaikan kebiasaan mereka dalam mengelola sampah. Ada yang sudah memisahkan botol plastik untuk diambil pengepul, ada pula yang memanfaatkan sampah organik seperti daun dan sisa sayuran menjadi pupuk.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Bank Sampah Fakultas Pertanian Unmul, Ananda Bayu Saputra, mengapresiasi langkah warga. “Saya salut karena sudah ada yang memisahkan gelas pecah agar tidak melukai petugas. Itu bentuk kepedulian yang sering terlupakan,” kata Bayu.
Ia menjelaskan, pemilahan sampah dari rumah akan sangat membantu petugas kebersihan. “Kalau organik dan anorganik dicampur, proses penguraiannya lebih sulit. Karena itu, kami terus mendorong masyarakat menyiapkan minimal tiga tempat sampah di rumah,” ujarnya.
Bayu juga menyoroti potensi ekonomi dari pengelolaan sampah. “Sekarang tim jasa pengangkut sampah pun sudah bisa berkembang karena ada nilai ekonomi dari sampah yang dipilah. Artinya, ini bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga pemberdayaan,” ucapnya.
Menjelang akhir dialog, Arnold kembali mengajak generasi muda dan masyarakat untuk memulai dari langkah sederhana. “Mari mulai memilah dari rumah, dari kos, dari kampus, dan dari tempat kerja. Hal kecil yang konsisten akan menjadi perubahan besar,” ujar Arnold.
Melalui kolaborasi generasi muda, masyarakat, dan pemangku kepentingan, gerakan bank sampah diharapkan terus berkembang dan memperkuat budaya peduli lingkungan di Kota Samarinda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....