HPSN 2026, Bank Sampah Unmul Ajak Warga Samarinda Kelola Sampah Bernilai Ekonomis

  • 20 Feb 2026 14:19 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda — Momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2026 dimanfaatkan Bank Sampah Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta Unmul) untuk mengajak masyarakat lebih aktif mengelola sampah bernilai ekonomis.

Direktur Bank Sampah Faperta Unmul, Ananda Bayu Saputra, mengatakan peringatan HPSN menjadi refleksi atas tragedi longsor tempat pembuangan akhir (TPA) pada 2005 yang menelan korban jiwa. “Setiap 21 Februari kita memperingati Hari Peduli Sampah Nasional sebagai pengingat bahwa persoalan sampah bisa berdampak besar jika tidak dikelola dengan baik,” ucap Bayu.

Ia memaparkan, timbulan sampah di Kota Samarinda saat ini mencapai sekitar 615 ton per hari. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 800 ribu jiwa, rata-rata produksi sampah per individu mencapai 0,7 kilogram per hari. “Angka ini sangat besar. Artinya, setiap orang punya kontribusi terhadap persoalan sampah,” kata Bayu.

Melalui momentum HPSN, Bank Sampah Faperta Unmul ingin mengedukasi masyarakat mengenai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Mereka mengusung slogan “Nabung Aja Dulu” untuk mendorong masyarakat menabung sampah bernilai.

“Sampah yang paling umum di kalangan mahasiswa adalah kertas. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, kami bisa mengumpulkan hingga satu ton sampah kertas,” ujar Bayu. Ia menambahkan, limbah kertas seperti sisa skripsi dan dokumen perkuliahan memiliki potensi ekonomi jika dikelola dengan baik.

Tak hanya itu, Bank Sampah Faperta Unmul juga memiliki program inovatif berupa tukar sampah dengan emas. “Kami ada program tukar sampah dengan emas. Apalagi harga emas saat ini cukup tinggi, jadi ini bisa menjadi motivasi tambahan,” kata Bayu.

Selain emas, pada peringatan HPSN tahun ini juga akan digelar program tukar sampah dengan sembako. Kegiatan tersebut dipusatkan di lingkungan kampus, namun terbuka untuk masyarakat umum. “Yang penting membawa sampah bernilai, nanti bisa ditukar dengan sembako,” ucapnya.

Bayu menjelaskan, target peserta dalam kegiatan HPSN mencapai 100 hingga 200 orang. “Ini bentuk inisiatif kami untuk hadir di masyarakat dan mengingatkan bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama,” ujar Bayu.

Melalui rangkaian kegiatan HPSN 2026, Bank Sampah Faperta Unmul berharap kesadaran masyarakat Samarinda semakin meningkat. Edukasi, perubahan pola pikir, serta kolaborasi lintas komunitas menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....