Makna Imlek dan Filosofi Makanan Khasnya Keluarga
- 18 Feb 2026 09:07 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Perayaan Imlek atau Tahun Baru China merupakan momen penting yang dirayakan masyarakat Tionghoa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Imlek bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender lunar, tetapi juga menjadi simbol harapan baru, keberuntungan, serta kebersamaan keluarga.
Pada perayaan ini, rumah-rumah biasanya dihias dengan nuansa merah yang melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Meja makan pun dipenuhi berbagai hidangan khas yang sarat makna filosofis dan diwariskan secara turun-temurun. Mengutip laman Wikipedia, berikut filosofi makanan khas imlek.
Pangsit (Jiaozi), Lambang Rezeki dan Kekayaan
Salah satu makanan yang hampir selalu hadir saat Imlek adalah pangsit atau jiaozi. Bentuknya yang menyerupai batangan emas kuno (sycee) dipercaya melambangkan kekayaan dan rezeki.
Konon, semakin banyak pangsit yang disantap saat perayaan Imlek, semakin besar pula harapan akan keberuntungan finansial di tahun yang baru.
Ikan Utuh, Simbol Kelimpahan
Selain pangsit, ikan utuh menjadi hidangan wajib di meja makan. Dalam bahasa Mandarin, kata “ikan” (yu) memiliki pelafalan yang mirip dengan kata “kelimpahan”. Karena itu, menyajikan ikan saat Imlek melambangkan doa agar rezeki berlimpah sepanjang tahun.
Ikan biasanya disajikan dalam keadaan utuh sebagai simbol keutuhan keluarga serta kehidupan yang baik dari awal hingga akhir tahun.
Kue Keranjang (Nian Gao), Harapan Kehidupan yang Lebih Baik
Kue keranjang atau nian gao juga identik dengan perayaan Imlek. Teksturnya yang lengket melambangkan eratnya hubungan keluarga, sedangkan rasanya yang manis mencerminkan harapan akan kehidupan yang semakin baik dan manis di tahun mendatang.
Di Indonesia, kue keranjang kerap diolah kembali dengan cara digoreng bersama telur atau dilapisi tepung sebelum disajikan.
Jeruk Mandarin, Lambang Kemakmuran
Buah jeruk, khususnya jeruk mandarin, juga tidak pernah absen dalam perayaan Imlek. Warna oranye keemasan menyerupai emas sehingga melambangkan kemakmuran dan keberuntungan.
Memberikan jeruk kepada kerabat atau tamu menjadi simbol doa agar penerimanya memperoleh rezeki dan kebahagiaan sepanjang tahun.
Secara keseluruhan, makanan dalam perayaan Imlek bukan hanya soal cita rasa, melainkan juga sarat filosofi dan doa. Melalui kebersamaan di meja makan, keluarga saling berbagi harapan, mempererat hubungan, serta memulai tahun baru dengan penuh optimisme. Inilah yang menjadikan perayaan Imlek terasa hangat, bermakna, dan selalu dinanti setiap tahunnya. (Mayang)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....