PMTI Tekankan Persatuan Organisasi Toraja Kaltim Harus Tetap Harmonis

  • 16 Feb 2026 11:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Pelaksanaan Musyawarah Wilayah II IKAT Kalimantan Timur turut menyoroti pentingnya menjaga persatuan masyarakat Toraja di perantauan sebagai bagian dari penguatan solidaritas komunitas. Dinamika organisasi yang terjadi dinilai sebagai proses yang wajar dalam perjalanan sebuah komunitas, sehingga perbedaan yang ada tidak seharusnya menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

Caretaker Ketua PMTI DPW Kaltim, Cornelius Rantelangi menegaskan keberadaan lebih dari satu organisasi justru harus dimaknai sebagai kekuatan sosial yang dapat saling melengkapi. Menurutnya, setiap organisasi memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan pelayanan terbaik serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Toraja di berbagai wilayah.

“Walaupun ada dua organisasi, keduanya tidak boleh dipertentangkan. Harus berjalan bersama memberikan pelayanan yang berdampak positif,” ujarnya dalam kegiatan musyawarah pada Sabtu, 14 Februari 2026. Ia menilai kolaborasi antarorganisasi menjadi langkah penting untuk menjaga kebersamaan serta memperkuat peran komunitas di tengah masyarakat luas.

Menurut Cornelius, komunikasi dan harmonisasi menjadi kunci utama agar organisasi dapat berjalan berdampingan secara sehat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai program sosial, budaya, maupun kegiatan kemasyarakatan dapat menjangkau anggota secara lebih merata dan berkelanjutan.

Cornelius juga menekankan jumlah organisasi bukan persoalan selama memiliki tujuan yang baik dan berorientasi pada pelayanan. Fokus utama organisasi harus diarahkan pada perlindungan sosial, penguatan nilai kebersamaan, serta pelestarian budaya Toraja di daerah rantau.

Selain menjaga solidaritas internal, masyarakat Toraja juga diingatkan untuk tetap menjunjung tinggi aturan pemerintah di daerah tempat tinggalnya. Kehidupan bermasyarakat harus berjalan selaras dengan nilai kearifan lokal agar tercipta hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Itu prinsip yang harus kita taati sebagai masyarakat Toraja di mana pun berada,” katanya. Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi masyarakat Toraja sebagai bagian integral dari masyarakat Kalimantan Timur yang hidup berdampingan dalam semangat kebersamaan dan saling menghormati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....