Bulog Serap Gabah Lokal Perkuat Ketahanan Pangan Kaltim

  • 12 Feb 2026 12:04 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perum Bulog terus memperkuat penyerapan gabah petani di Kalimantan Timur sebagai langkah menjaga ketahanan pangan sekaligus kualitas beras daerah. Penyerapan difokuskan di wilayah sentra produksi seperti Paser, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung swasembada pangan serta memastikan hasil panen petani terserap optimal. Selain itu, langkah tersebut juga menjaga stabilitas pasokan beras di tengah ketergantungan suplai dari luar daerah.

Pemimpin Cabang Bulog Samarinda, Adi Yanuar, mengatakan beras yang tersedia di gudang Bulog berasal dari kombinasi serapan lokal dan distribusi luar daerah. Komposisinya diperkirakan seimbang antara keduanya.

“Beras yang ada merupakan hasil serapan petani lokal dan juga pasokan dari luar Kalimantan Timur, seperti Sulawesi Selatan. Perbandingannya kurang lebih 50 persen lokal dan 50 persen luar daerah,” ujarnya kepada rri.co.id, Kamis 12 Februari 2026.

Menurut Adi, penyerapan gabah lokal merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan swasembada pangan nasional. Hasil panen petani di Kaltim menjadi prioritas untuk masuk dalam cadangan beras pemerintah sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Ia menjelaskan sentra penyerapan gabah terbesar berada di Kabupaten Paser, Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara. Sementara itu, Samarinda juga memiliki produksi, meski volumenya tidak sebesar daerah sentra.

Bulog menetapkan harga serapan gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan tersebut menjadi acuan untuk melindungi harga di tingkat petani saat memasuki masa panen Februari hingga Maret.

Selain harga, kualitas gabah juga menjadi perhatian utama. Gabah yang diserap harus memenuhi standar kelayakan, seperti tingkat kadar air dan kondisi fisik yang baik agar menghasilkan beras berkualitas.

Adi mengajak petani untuk berkoordinasi dengan penyuluh pertanian lapangan dan Bulog setempat. Koordinasi diperlukan agar proses penyerapan berjalan lancar dan hasil panen dapat terserap sesuai standar.

“Petani diharapkan berkoordinasi dengan PPL dan Bulog agar gabah yang diserap memenuhi kriteria kualitas serta prosesnya berjalan optimal,” ucapnya.

Langkah penyerapan gabah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga keseimbangan pasokan beras. Dengan dukungan petani lokal dan distribusi yang terencana, ketersediaan beras di Kalimantan Timur diharapkan tetap stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....