Amal Persiapan Meraih Ampunan Dalam Menyambut Bulan Ramadhan

  • 09 Feb 2026 18:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya mempersiapkan kebutuhan fisik, tetapi juga menyiapkan hati, pikiran, dan amal ibadah. Persiapan ini menjadi penting agar Ramadhan yang dijalani benar-benar membawa perubahan dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Hal tersebut menjadi pokok pembahasan dalam program Tausiyah Mutiara Pagi Pro 1 RRI Samarinda, Minggu, 8 Februari 2026, yang mengangkat topik “Amal Persiapan Menyambut Ramadhan.” Tausiyah menghadirkan narasumber Ustadz Deki Pramana, M.Pd, dari Muhammadiyah Kota Samarinda, yang menyampaikan materi melalui sambungan telepon.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Deki menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang memiliki keistimewaan besar dibandingkan bulan lainnya. Selain menjadi momentum meningkatkan ibadah, Ramadhan juga menjadi kesempatan bagi seorang Muslim untuk meraih ampunan dan pahala berlipat ganda.

“Ramadhan adalah bulan yang Allah berikan keutamaan besar. Amal saleh di dalamnya bukan hanya dilipatgandakan, tetapi juga menjadi sebab diampuninya dosa-dosa bagi orang yang beriman dan mengharap pahala,” ujar Ustadz Deki Pramana.

Ia mengibaratkan amal di bulan Ramadhan seperti api yang membakar dosa-dosa, sehingga setiap kebaikan yang dilakukan memiliki dampak besar bagi kebersihan hati dan kehidupan spiritual seorang Muslim. Karena itu, persiapan sebelum Ramadhan dinilai penting agar seseorang dapat memaksimalkan ibadah ketika bulan suci tiba.

Lebih lanjut, Ustadz Deki mengingatkan bahwa tujuan utama Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ia mengutip penjelasan para ulama tentang ciri-ciri orang bertakwa, di antaranya memiliki rasa takut kepada Allah, beramal sesuai tuntunan syariat, mampu bersyukur atas nikmat sekecil apa pun, serta mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua orang yang menjalani Ramadhan otomatis meraih derajat takwa. Ada pula yang melewati bulan suci tanpa perubahan berarti karena tidak meningkatkan amal ibadah dan tidak memanfaatkan kesempatan yang ada.

“Ada orang yang masuk Ramadhan lalu keluar tanpa mendapatkan ampunan. Ini peringatan bagi kita agar tidak menyia-nyiakan Ramadhan, karena bulan ini adalah kesempatan besar yang belum tentu kita temui kembali,” ucapnya.

Melalui tausiyah tersebut, pendengar diajak untuk mulai mempersiapkan diri sejak sebelum Ramadhan, seperti memperbaiki niat, memperbanyak membaca Al-Qur’an, menghadiri majelis ilmu, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian sosial. Persiapan ini diharapkan menjadi bekal agar ibadah di bulan Ramadhan dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan konsisten.

Dari pembahasan yang disampaikan, dapat disimpulkan bahwa Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan diri. Dengan persiapan iman, ilmu, dan amal yang baik, seorang Muslim diharapkan mampu keluar dari Ramadhan dengan derajat takwa yang lebih tinggi serta semangat beribadah yang terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....