Warga RT 53 Lempake Bahu Membahu Tangani Longsor

  • 01 Feb 2026 11:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga RT 53 Perumahan Korem, Kelurahan Lempake Jaya, Kota Samarinda. Pada Minggu, 1 Februari 2026, sejak pukul 08.00 WITA hingga selesai, warga bersama-sama melakukan kerja bakti untuk menangani titik longsor yang kian mengkhawatirkan di wilayah mereka.

Kegiatan gotong royong tersebut dipusatkan di salah satu titik rawan longsor di Blok B4. Longsoran tanah terjadi akibat tergerus aliran buangan air dari jalur paret yang terus mengikis struktur tanah, terutama saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Kondisi longsor dilaporkan semakin dalam dan membahayakan. Titik longsor berada tepat di ujung jalan cor-coran lingkungan, bahkan tanah di bawah jalan sudah mulai tergerus air. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran warga karena berpotensi berdampak langsung pada rumah-rumah yang berada di sekitar lokasi.

Sebelumnya, warga RT 53 khususnya yang berada di Cluster Kruing II Blok B4 Perumahan Korem atau Bumi Alam Indah (BAI) ini telah berupaya melakukan penanganan darurat dengan membuat tanggul penahan dari ban-ban bekas. Namun, upaya tersebut belum mampu bertahan lama menahan tekanan air dan longsoran tanah yang terus terjadi.

Masalah longsor ini sebenarnya telah menjadi perhatian warga sejak lama. Bahkan dalam acara rembug warga RT 53 pada Desember 2025 lalu, Ketua RT sebelumnya, Harisma Hadi, menyampaikan bahwa lokasi tersebut sudah diusulkan dalam pengajuan dana probebaya untuk rencana pembangunan tahun 2026.

“Waktu rembug warga Desember kemarin, titik longsor ini sudah kita ajukan agar mendapat alokasi dana probebaya, karena memang sangat mendesak dan menyangkut keselamatan warga,” ujar Harisma Hadi.

Warga pun berharap, di bawah kepemimpinan Ketua RT terpilih yang baru, Arsyad, persoalan longsor di Blok B4 khususnya serta titik-titik longsor lainnya dapat menjadi perhatian utama dan masuk dalam skala prioritas pengelolaan dana probebaya ke depan.

Ketua RT 53 yang baru, Arsyad, menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan dan kepedulian warganya. “Gotong royong hari ini adalah langkah sementara sambil menunggu penanganan permanen. Insyaallah, ini akan menjadi prioritas kami agar segera ada solusi yang lebih kuat dan aman,” ucapnya.

Untuk penanganan sementara, warga melakukan turap penahan dengan menggunakan balok ulin serta kembali menyusun ban-ban bekas guna menahan longsoran agar tidak semakin parah. Semangat kebersamaan dan hidup guyub yang ditunjukkan warga RT 53 menjadi bukti bahwa nilai gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi persoalan lingkungan yang mengancam keselamatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....