Duo Bocah Pahlawan Lingkungan Penjaga Sungai Samarinda
- 27 Jan 2026 19:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Memperingati Hari Jadi Kota Samarinda ke-66, dua bocah tangguh, Muhammad Raziq dan Muhammad Hannan Tirtha, melakukan aksi nyata menyusuri Sungai Karang Mumus menggunakan paddle board. Sambil menjaga keseimbangan di atas papan, mereka aktif memungut sampah yang mencemari aliran sungai demi kelestarian ekosistem air di kota mereka.
Kegiatan inspiratif ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan bisa dipupuk sejak dini. Didampingi oleh Krisdiyanto, seorang pemerhati lingkungan, Raziq dan Hannan dengan cekatan menjaring berbagai jenis sampah plastik yang terapung, mulai dari kemasan kecil hingga sampah berukuran besar yang mereka temui di sepanjang jalur penyisiran.
Krisdiyanto menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rekreasi, melainkan upaya menghidupkan kembali budaya perairan Samarinda. Ia menekankan pentingnya bagi generasi muda untuk menguasai keterampilan mendayung dan berenang sebagai bagian dari identitas masyarakat yang hidup di tepian sungai.
"Sungai adalah nadi hidup kota ini. Kami menggunakan paddle board untuk mengingatkan kembali bahwa kita punya budaya mendayung, sekaligus mengajarkan anak-anak bahwa sungai adalah bagian dari hidup yang harus dijaga," ujar Krisdiyanto dalam wawancara di program Dunia Anak Programa 4 RRI Samarinda hari Minggu, 25 Januari 2026.
Di sela bincang-bincang, Bunda Fitri selaku pemandu acara turut memberikan edukasi melalui dongeng berjudul "Jimbo Sang Juara". Dongeng ini mengisahkan seekor gajah bernama Jimbo yang terus mencoba berbagai cabang olahraga, mulai dari lari hingga lompat galah, namun selalu gagal karena postur tubuhnya yang besar.
Garis besar dongeng tersebut menceritakan perjuangan Jimbo yang sempat berkecil hati hingga akhirnya menemukan bakat aslinya di bidang angkat besi berkat dukungan sahabatnya, si Badak. Pesan moral dari cerita ini adalah setiap anak memiliki kelebihan dan potensi yang berbeda-beda, sehingga penting untuk fokus pada kemampuan diri sendiri dan pantang menyerah.
Bagi Muhammad Raziq, memungut sampah di sungai adalah bentuk tanggung jawab untuk masa depan. Ia mengaku tidak keberatan harus berpanas-panasan demi melihat sungai yang bersih. "Supaya masa depan masyarakat agar sungai itu bersih dari sampah-sampah," kata Raziq dengan penuh semangat.
Aksi yang dilakukan keluarga ini menjadi refleksi penting bagi warga Samarinda di usia kota yang ke-66 tahun. Melalui tindakan kecil namun konsisten, Raziq dan Hannan membuktikan bahwa menjaga keindahan kota serta mencintai lingkungan bisa dimulai dari langkah sederhana oleh siapa saja, termasuk anak-anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....