Suku Kutai Miliki Peradaban Literasi Tertua Nusantara

  • 03 Jan 2026 17:26 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Suku Kutai merupakan etnis asli Kalimantan Timur yang mencatatkan sejarah sebagai masyarakat pertama pemilik peradaban literasi di Indonesia. Jejak sejarah Suku Kutai ini dibuktikan melalui penemuan tujuh prasasti Yupa yang berasal dari abad ke-4 Masehi di wilayah Muara Kaman.

Prasasti yang ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta tersebut menunjukkan kuatnya pengaruh budaya India. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mencatat bahwa keberadaan Yupa menandai masa transisi masyarakat Nusantara dari zaman prasejarah menuju zaman sejarah.

Berdasarkan catatan kolonial J. Ph. Vogel (1918), Suku Kutai pada era Martadipura dipimpin oleh Maharaja Kudungga. Garis keturunan ini berlanjut hingga Raja Mulawarman yang dikenal dermawan karena memberikan 20.000 ekor sapi kepada kaum Brahmana.

Memasuki abad ke-13, muncul kekuatan baru di hilir Mahakam yang dikenal sebagai Kutai Kartanegara. Manuskrip Salasilah Kutai menyebutkan Aji Batara Agung Dewa Sakti sebagai raja pertama yang memimpin wilayah Tepian Batu atau Kutai Lama.

Transformasi identitas Suku Kutai terjadi pada abad ke-16 saat Islam masuk melalui dakwah Tuan Tunggang Parangan. Sejak saat itu, corak budaya masyarakat yang sebelumnya dipengaruhi Hindu-Buddha perlahan berasimilasi menjadi identitas Melayu-Muslim yang kental.

Penyatuan dua kekuatan besar terjadi di abad ke-17 di bawah kepemimpinan Pangeran Sinum Panji Mendapa. Penaklukan Kutai Martadipura oleh Kartanegara ini menyatukan wilayah hulu dan hilir Mahakam dalam satu entitas kesultanan yang utuh.

Publikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebutkan bahwa Suku Kutai terbagi ke dalam beberapa sub-etnis utama. Perbedaan ini didasarkan pada wilayah konsentrasi dan dialek bahasa, mulai dari Kutai Tenggarong, Kota Bangun, hingga Muara Ancalong.

Meskipun terbagi secara geografis, Suku Kutai memiliki satu benang merah budaya yang tetap lestari hingga kini, yakni Upacara Adat Erau. Tradisi peninggalan masa kerajaan ini telah menjadi agenda wisata internasional yang dilindungi oleh pemerintah daerah setempat.

Upaya pelestarian sejarah Suku Kutai juga terdokumentasi dengan baik dalam arsip Warisan Budaya Takbenda Kemendikbud Ristek RI. Dokumentasi ini mencakup catatan mengenai perkembangan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura yang tetap eksis sebagai simbol budaya.

Melalui perpaduan antara bukti arkeologis Yupa dan tradisi lisan, eksistensi Suku Kutai terus menjadi rujukan penting bagi sejarah Indonesia. Peradaban di DAS Mahakam ini membuktikan bahwa literasi dan organisasi sosial telah berkembang pesat sejak ribuan tahun lalu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....