Kain Tais NTT Hadir di Festival Crossborder Mahulu

  • 30 Nov 2025 07:36 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Mahakam Ulu: Pelaku UMKM asal Nusa Tenggara Timur (NTT) turut memeriahkan pameran kerajinan dalam Festival Crossborder Mahulu. Mereka menampilkan berbagai produk kain tradisional khas daerahnya, yang menjadi perhatian utama pengunjung yang ingin mengetahui lebih jauh keindahan motif tekstil NTT.

Kain khas yang dibawa antara lain selendang, kain tais, serta kain beti yang lazim digunakan laki-laki dalam acara adat. Setiap jenis kain memiliki keunikan tersendiri, baik dari segi motif maupun karakter benangnya.

Pelaku UMKM dari NTT, Densiana, menyebut minat pengunjung terhadap produk mereka cukup tinggi. Meski begitu, harga setiap produk menyesuaikan ukuran dan tingkat kerumitan proses pembuatannya.

“Untuk selendang ukuran paling kecil biasanya kami bandrol mulai Rp250.000, namun masih bisa ditawar karena ini produk kerajinan,” ujar Densiana kepada RRI.co.id, 29/11/2025.

Ia menambahkan, proses produksi dilakukan secara mandiri. Waktu pengerjaan beragam, mulai tiga hari hingga satu bulan, bergantung ukuran dan motif yang dibuat.

Demi menjaga kualitas kain tetap autentik, Densiana memastikan pemilihan benang dilakukan secara selektif. Ia menjelaskan terdapat dua jenis benang yang dipakai, yakni benang biasa yang mudah luntur dan benang kayu yang lebih kuat.

Dengan keunikan dan proses tenun yang teliti, pelaku UMKM berharap kain tradisional NTT tetap diminati generasi muda dan menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya tenun Nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....