Ukhuwah: Fondasi Persaudaraan yang Menguatkan Umat
- 16 Nov 2025 09:55 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat, nilai persaudaraan seringkali terlupakan. Padahal, dalam ajaran Islam, ukhuwah merupakan fondasi utama yang menjaga keharmonisan, memperkuat solidaritas, serta menuntun umat menuju kedamaian.
Melalui pemahaman yang benar tentang ukhuwah, umat dapat membangun hubungan yang tidak hanya emosional, tetapi juga spiritual, saling menguatkan dalam kebaikan dan menjauhkan diri dari perpecahan.
Melalui program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Samarinda, Sabtu (15/11/2025), Ustaz Ikhwan Saputra, memberikan kajiannya dengan topik "Ukhuwwah: Fondasi Persaudaraan yang Menguatkan Umat".
Ustadz Ikhwan membuka tausiyah dengan mengajak pendengar menyadari bahwa perjalanan hidup manusia tidak pernah lepas dari dinamika, kesulitan, dan ujian. Karena itu, persaudaraan dalam Islam bukan hanya konsep sosial, melainkan kebutuhan spiritual yang saling menguatkan.
Menurutnya, hubungan antarindividu seharusnya tidak sekadar hubungan formal, tetapi menjadi ruang untuk saling berbagi bekal, semangat, dan perhatian.
Mengutip Surah Al-Hujurat ayat 10, Ustadz Ikhwan menegaskan, Allah telah menetapkan status mukmin sebagai saudara satu sama lain. Ikatan tidak lahir dari kesamaan darah atau kepentingan, tetapi dari kesatuan iman. Oleh sebab itu, ketika terjadi perselisihan, seorang muslim dianjurkan untuk menjadi pendamai, bukan memperkeruh keadaan.
“Nilai ini sangat relevan dalam mencegah retaknya hubungan sosial di tengah masyarakat modern saat ini,” ucap Ustaz Ikhwan.
Dalam penjelasannya, ia menyampaikan empat bentuk ukhuwah yang menjadi dasar hubungan antarmanusia. Pertama, ukhuwah Islamiyah, yaitu persaudaraan sesama muslim. Kedua, ukhuwah Basyariyah, persaudaraan sesama manusia tanpa memandang agama, suku, atau ras. Ketiga, ukhuwah Kauniyah, persaudaraan sesama makhluk Allah termasuk hewan, tumbuhan, dan alam. Keempat, ukhuwah Wathaniyah, persaudaraan sebangsa dan setanah air.
"Empat jenis ukhuwah ini menjadi pijakan harmoni sosial yang kokoh dalam kehidupan,’ ujarnya.
Ustaz Ikhwan menekankan, ukhuwah bukan hanya membangun kedekatan emosional, melainkan menghindarkan manusia dari berbuat zalim, merusak, dan menyakiti satu sama lain. Dengan ukhuwah, seseorang terdorong menghargai perbedaan, menjunjung keadilan, serta mengutamakan perdamaian dalam setiap persoalan.
Ia menegaskan, permusuhan sering kali lahir dari hal-hal sepele yang tidak sebanding dengan nilai besar persaudaraan itu sendiri. Selan itu, ia juga mengingatkan perkembangan media sosial sering kali menjadi sumber pertikaian baru.
"Hujatan, komentar tajam, saling sindir, dan kesalahpahaman mudah terjadi tanpa kesadaran akan dampaknya," katanya.
Menurut Ustaz Ikhwan, hilangnya sensitivitas sosial dan enggannya seseorang memaafkan saudaranya telah menjadi salah satu penyebab renggangnya ukhuwah di dunia modern.
Untuk menguatkan makna kebersamaan, ia mengangkat konsep “sakes maknawi” yang diperkenalkan oleh cendekiawan Turki, Said Nursi. Ia menggambarkan bahwa sepuluh orang yang bersatu dalam keikhlasan dan keimanan akan memiliki kekuatan kolektif yang lebih besar dibanding bekerja sendiri-sendiri.
Dengan persaudaraan yang tulus, manusia dapat saling melengkapi, melihat ancaman dari sudut berbeda, dan membangun kekuatan yang jauh lebih efektif.
Ukhuwah juga dipertegas dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, bahwa Allah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa agar saling mengenal. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh warna kulit, status sosial, atau garis keturunan, melainkan ketakwaannya.
Penegasan ini, kata Ustaz Ikhwan, menutup pintu diskriminasi dan membuka ruang penghormatan bagi setiap manusia tanpa kecuali.
Menutup tausiyahnya, Ustaz Ikhwan mengingatkan sabda Rasulullah SAW, seorang muslim tidak boleh menzalimi, mengabaikan, mendustakan, atau menghinakan saudaranya. Kehormatan, harta, dan jiwa seorang muslim adalah haram untuk dirusak oleh muslim lainnya.
Dengan kembali menghidupkan nilai ukhuwah, ia berharap umat mampu membangun masyarakat yang damai, kuat, dan saling menopang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....