Jalan Hidup Habib Abdullah Bin Muhsin Al-Attas

  • 17 Sep 2025 14:57 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas, yang dikenal dengan sebutan Habib Keramat Empang, lahir di kota Al-Kasri, Hadramaut, pada 17 April 1849 M/23 Jumadilawal 1265 H. Sejak kecil Ia dikenal cerdas dan tekun menuntut ilmu agama. Pendidikan dasarnya beliau peroleh dari ulama besar di Hadramaut, di antaranya Syaikh Umar bin Faraj bin Sabbah, Habib Abu Bakar bin Abdullah bin Thalib al-Attas, Habib Sholeh bin Abdullah al-Attas, dan Habib Abdullah bin Alwi al-Aydrus.

Pada usia 18 tahun, beliau menunaikan ibadah haji ke Makkah, sekaligus berguru pada ulama-ulama di Makkah dan Madinah. Setahun kemudian, di usia 19 tahun, Ia kembali menunaikan ibadah haji yang kedua. Dalam perjalanan itu, Ia mendapatkan sebuah mimpi yang menjadi isyarat untuk berhijrah ke Nusantara.

Habib Abdullah kemudian berlayar dengan kapal laut hingga berlabuh di Pekalongan, lalu melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Di sana Ia berguru kepada Habib Ahmad bin Hamzah al-Attas di kawasan Pekojan. Dari Jakarta, Habib Abdullah aktif berdakwah dari kampung ke kampung hingga akhirnya tiba di daerah Empang, Bogor. Masyarakat setempat memintanya untuk menetap dan membimbing mereka.

Dilansir dari Wikipedia, Ia mengajarkan masyarakat Empang untuk memperbanyak zikir, membaca Ratib al-Haddad dan Ratib al-Attas setelah salat Magrib, sebagaimana tradisi para habaib di Hadramaut. Pada tahun 1828 M (ada dugaan terjadi kekeliruan penulisan tahun, kemungkinan maksudnya sekitar akhir abad ke-19), Habib Abdullah membangun Masjid An-Nur Empang, yang hingga kini menjadi salah satu masjid tertua di Kota Bogor. Bangunan masjid tersebut terinspirasi dari arsitektur masjid-masjid di Tarim, Hadramaut, tanah kelahiran beliau.

Habib Abdullah wafat pada awal Muharam 1352 H/26 April 1933 M dalam usia 86 tahun. Ia dimakamkan di samping kompleks Masjid An-Nur Empang. Seusai wafatnya, majelis taklim dilanjutkan oleh murid sekaligus sahabat dekatnya, Habib Alwi bin Thohir al-Haddad.

Majelis itu kemudian berkembang menjadi Majelis Taklim Masjid An-Nur Keramat Empang, Bogor, yang diteruskan oleh keturunannya. Cucunya, Habib Abdullah bin Zein bin Abdullah al-Attas, sempat memimpin majelis tersebut sebelum wafat. Setelahnya, kepemimpinan beralih kepada Habib Abdullah bin Husein al-Attas, putra Habib Husein bin Abdullah bin Muhsin al-Attas. Hingga kini, majelis tersebut tetap menjadi pusat dakwah, zikir, dan pengajaran agama, serta menjadi warisan berharga Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas bagi umat Islam di Bogor dan sekitarnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....