Manaqib AlQutb Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf

  • 15 Jun 2025 10:02 WIB
  •  Samarinda

KBRN Samarinda : Kota gersik ramai dipadati oleh masyarakat dari berbagai penjuru nusantara untuk menghadiri Haul akbar Al Qutb Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf ang ke 70 pada hari Sabtu (14/6/2025). Dilansir dari id.wikipedia.org. Al Qutb Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf dilahirkan 16 Dzulhijjah 1285 H atau bertepatan pada 30 Maret 1869 M, di daerah Besuki, Situbondo

Bapak Beliau adalah Habib Muhammad bin Umar as-Segaf seorang yang alim dan ulama yang masyhur yang hijrah dari kampung asalnya di Hadramaut ke Besuki, Situbondo, diwaktu kecil Habib Abu Bakar bersama ayahnya tinggal di gersik bersama semua anggota keluarganya, dan ayah Beliau meninggal di kota gersik.

Ketika nenek Hubabah Fatimah binti Abdullah mengetahui putranya telah kembali kepada sang khaliq maka Beliau meminta kepada Habib Abu Bakar muda untuk berhijrah ke Hadramaut. Pada tahun 1293 Habib berusia 8 tahun pergi meninggalkan Gresik menuju Hadramaut dengan bersama kerabat yaitu Syeikh Muhammad Bazemul

Tiba di kota Seiwun, Hadramaut Habib Abu Bakar tinggal bersama pamannya, Habib Syeikh bin Umar as-Segaf, dan berguru langsung kepada paman Beliau terutama untuk mendalami ilmu fikih dan tasawuf, serta pembentukan kebiasaan beribadah.

Paman beliau adalah ulama yang Alim dan masyhur dan kerap menjadi rujukan di kalangan masyarakat setempat. Selain itu Habib Abu Bakar juga menuntut ilmu kepada ulama-ulama terkenal yang ada di kota Seiwun, diantaranya:

1. Al Habib Al Quthb Ali bin Muhammad Alhabsyi pengarang Maulid Simthuddoror

2. Al Habib Muhammad bin Ali Assegaf

3. Al Habib Idrus bin Umar Alhabsyi

4. Al Habib Ahmad bin Hasan Alatas

5. Al Habib Al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Almasyhur (Mufti Hadramaut).

6. Al Habib Syeikh bin Idrus Alaydrus

pada tahun 1302 H atau 1885 MA di usia 17 tahun Habib Abu Bakar kembali ke nusantara bersama Habib Alwi bin Segaf as-Segaf, menuju kota Besuki, Situbondo untuk menjalankan dakwah di sana selama 3 tahun, setelah itu Habib hijrah ke Gresik pada usia 20 tahun. Dan terus menuntut ilmu kepada ulama-ulama yang ada di Jawa seperti

1. Habib Abdullah Bin Muhsin al Atas (Habib Empang Bogor)

2. Habib Abdullah bin Ali al Haddad (wafat di kota Jombang)

3. Habib Ahmad bin Abdullah bin Thalib al Atas (Pekalongan)

4. Habib Al Quthb Abubakar bin Umar Bin Yahya (kota Surabaya)

5. Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi (Surabaya)

6. Habib Muhammad bin Ahmad al Muhdhor (wafat di Surabaya)

Ketika berusia 20 tahun, Habib Abu Bakar melakukan uzlah atau khalwat yaitu aktivitas menyepi, inspirasi spiritual selama 15 tahun ini habib dapatkan saat khusyuk mendengarkan khutbah Jumat. Setelah mendapat perintah guru beliau, Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi yang kemudian untuk mengakhiri masa khalwat, dan membawa Habib Abu Bakar berkunjung kepada ulama-ulama lain dan membawa Habib Abu Bakar ke kediamannya di Surabaya.

Kepulangan Habib dari Surabaya Beliau mulai membuka Majelis ilmu di rumahnya untuk masyarakat umum. Majelis taklim yang diisi dengan pembacaan kitab-kitab karya ulama salaf dan telah mengkhatamkan Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali selitar 40 kali dan kitab-kitab lainnya. Di setiap khataman kitab, Habib Abu Bakar selalu membuat jamuan makan untuk masyarakat

Habib Abu Bakar berpulang ke rahmatullah pada 17 Dzulhijjah 1376 atau 15 Juli 1957 dalam usia 88 tahun di Gresik, Sebelumnya Habib melakukan puasa selama 15 hari. Al Qutb Habib Abu Bakar bin Muhammad as-Segaf adalah keturunan ke-36 dari Ali Zainal Abidin bin Hussein dari Fatimah az-Zahra Putri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam. Habib Abu Bakar dimakamkan. di kompleks pemakaman Masjid Jami' Gresik

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....