Perempuan Difabel: Aktor Perubahan di Hari Perempuan Internasional

  • 16 Mar 2025 13:32 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Hari Perempuan Internasional 2025 pada 8 Maret lalu menjadi momentum penting bagi perempuan untuk semakin memperkuat eksistensi mereka dalam berbagai sektor. Hal ini tidak terkecuali bagi perempuan difabel.

Meski masih menghadapi stigma dan hambatan akses, banyak perempuan difabel yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berdaya dan berkontribusi bagi masyarakat. Program Officer Solider Sasana Inklusi & Gerakan Advokasi Sifabel (SIGAB) Indonesia, Ninik Heca, mengatakan momentum peringatan ini bisa membawa semangat solidaritas bagi kaum wanita.

“Peringatan Hari Perempuan Internasional ini membawa semangat solidaritas bagi perempuan di seluruh dunia, kita juga mengajak para perempuan difabel untuk bisa maju bersama,” kata Ninik Heca dalam siaran Suara Disabilitas (15/3/2025).

Hari Perempuan Internasional yang membawa segala aspek, yaitu politik, ekonomi, sosial, juga budaya diharapkan bisa memberikan pengetahuan bagi perempuan difabel.

SIGAP Indonesia sendiri bekerja sama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kalimantan Timur dengan program SOLIDER untuk memperkuat kaum difabel terutama perempuan, tidak lagi sebagai objek tetapi menjadi subjek pelaku perubahan.

“Kami bekerjasama dengan PPDI Kalimantan Timur lewat program Solider, Strengthening Social Inclusion for Difabelity, Equality, and Rights,” kata Ninik.

Lewat program Solider, masyarakat difabel diberikan pelatihan terkait dengan kesetaraan gender dan hak penyandang disabilitas. Bahkan, para perempuan difabel yang memiliki sertifikasi menjadi widyaiswara dalam pelatihan tersebut.

Hal ini membuktikan bahwa perempuan difabel bisa menjadi aktor perubahan dalam memperjuangkan hak dan kesetaraannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....